KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Air Sungai Bengawan Solo Siaga Kuning

Selasa, 13/Maret/2018 16:08:01
Papan ukuran ketinggan air Bengawan Solo

BOJONEGORO (SurabayaPost.id) – Perkembangan Sungai Bengawan Solo sampai pukul 13:00 WIB dipapan duga tepatnya di Taman Bengawan Solo (TBS) Utara Pasar Bojonegoro memasuki angka 14:45 pielschall dan mengalami kenaikan atau siaga kuning.

Data yang berhasil dihimpun dari Pusdalops BPBD Bojonegoro menyebutkan, air luapan Bengawan solo itu berada di angka dibawah siaga, yaitu pada Selasa (13/3/2018) pukul 00:00 WIB, berada di angka TMA 13:55 pielschall, pukul 03:00 WIB di angka TMA 13:78 pielschall; pukul 06:00 WIB di angka TMA 13:97 pielschall. Dan pada pukul 09:00 WIB di angka TMA 14:19 pielschall.

TMA di pukul 10:00 WIB di angka TMA 14:27 pielschall, pukul 11:00 WIB di angka TMA 14:34 pielschall; pukul 12:00 WIB di angka TMA 14:39 pielschall. Pukul 13:00 WIB angka TMA 14:45 pielschall.

Sedangkan situasi TMA di Karangnongko pada Selasa (13/3/2018), sejak pukul 06:00 WIB di angka TMA 28:93 pielschall, pukul 09:00 WIB di angka TMA 29:16 pielschall. Pukul 12:00 WIB di angka TMA 29:23 pielschall.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro, Andik Sujarwo saat dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa TMA Dungus Ngawi menunjukkan level siaga 2 (kuning) sehingga dipastikan berpengaruh pada kenaikan TMA Bojonegoro.

“Adapun hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian masyarakat adalah tingginya TMA Bengawan Solo yang bisa mengakibatkan 12 anak sungai di Wilayah Bojonegoro tidak dapat lancar mengalir, sehingga berpotensi mengakibatkan genangan di sekitar bantaran dan muara. Hal ini diperparah dengan hujan lokal sore ini, meskipun intensitas tidak terlalu deras,” tegas Andik Sujarwo, Selasa (13/3/2018).

Ia menambahkan, di beberapa desa terdapat tanggul sungai tradisional atau tanggul tanah yang kondisinya rusak dan rawan jebol. Hal itu memerlukan perbaikan segera.

Diharapkan bagi para petani yang tanaman padinya hampir panen agar terus mengikuti up date cuaca maupun ketinggian air bengawan, sehingga bisa mengatur jadwal panen agar tak kedahuluan banjir.

“Kepada para camat dan OPD terkait kebencanaan, dimohon melakukan koordinasi dengan pihak Pemdes setempat maupun jajarannya guna menginventarisir kemungkinan adanya tanggul rusak atau kritis yang rawan jebol,” ungkapnya.

Lebih jauh Andik, berharap agar semua unsur mengaktifkan jaring komunikasi masyarakat, melakukan patroli kebencanaan dan koordinasi cepat antar instansi sebelum atau saat terjadi bencana. Fluktuasi permukaan air Bengawan Solo masih akan terjadi sampai dengan bulan ini mengingat masih tingginya curah hujan di hulu maupun lokal Bojonegoro sebagaimana data yang sudah disampaikan kepada BPBD sebelumnya.

“Perlu diketahui, bencana pasti didahului dengan tanda tanda awal, kecepatan dan ketepatan dalam mengambil langkah Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dapat menghindari besarnya kerugian maupun jatuhnya korban,” pungkasnya. (Sandi Suswondo)

83 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan