KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Dampingi Pembangunan Probolinggo, Warek III UMM – Walikota Tandatangani MoU

Selasa, 13/Maret/2018 16:04:43

MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menjadi pendamping pembangunan Kota Probolinggo. Itu setelah Warek III UMM Sidik Sunaryo dan Walikota Probolinggo Rukmini Buchori menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di kampus Putih, Selasa (13/3/2018).

Kerja sama yang dilakukan tersebut melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM. Itu meliputi berbagai bidang antara lain pengembangan wilayah, sosial dan pertanian.

Dalam penandatanganan itu disaksikan jajaran Badan Pengurus Daerah Probolinggo, Kepala Dinas Perikanan Probolinggo. Selain itu Kepala Dinas Pertanian Probolinggo, Camat Mayangan, Kepala DPPM UMM dan jajaran serta perwakilan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMM.

“MoU ini harus segera di eksekusi menjadi suatu penelitian atau pengabdian yang memiliki nilai guna, agar tidak sekedar jadi sebuah tanda tangan dan tulisan dikertas saja,” ujar Sidik menyemangati.

Dalam kesempatan tersebut, Sidik memaparkan beberapa unit usaha yang dimiliki UMM. Ia berharap unit-unit usaha tersebut juga bisa melakukan kerjasama lebih khusus dengan Kota Probolinggo.

Sebelumnya, dalam kurun waktu tiga tahun sejak 2013 hingga 2015 UMM telah melakukan program kemitraan wilayah di Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. Kerjasama dilakukan dalam program perawatan dan pemeliharaan pohon mangga, produksi produk olahan mangga dan jagung, serta pengolahan limbah pangan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Menindak lanjuti keberhasilan kerjasama tersebut, Direktur DPPM UMM Sujono mengaku telah siap kembali mendampingi Kota Probolinggo agar bisa menjadi kota dengan banyak UKM yang berkembang.

Meskipun merupakan perguruan tinggi swasta, Sujono menyebut UMM memiliki kapasitas dan kemampuan yang cukup baik dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Keahlian tersebut cukup setara dengan perguruan tinggi negeri di wilayah Jawa Timur. Bukan hanya itu, mulai tahun 2014, UMM menjadi salah satu dari 14 Perguruan Tinggi di Indonesia yang mendapatkan cluster Mandiri.

Status ini merupakan hasil visitasi dan verifikasi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Dirjen Dikti Kemendikbud RI. Dalam standarisasi Dikti, kampus-kampus di Indonesia dikategorikan ke dalam empat cluster, yakni Binaan, Madya, Utama dan yang tertinggi adalah Mandiri.

“Bersama 25 perguruan tinggi hanya empat yang swasta salah satunya adalah UMM di Jawa Timur yang berkluster mandiri, untuk itu kami siap mendampingi Kota Probolinggo,” pungkas Sujono.

Sementara itu Walikota Probolinggo Rukmini Buchori menyambut baik kerjasama ini. Rukmini memaparkan aneka potensi yang dimiliki Kota Probolinggo.

Itu di antaranya adalah UMKM Batik dan melimpahnya produksi buah mangga. Meski memiliki aneka potensi yang patut dikembangkan, Rukmini menuturkan ada berbagai permasalahan sosial yang juga dihadapi oleh Pemerintah Kota Probolinggo, antara lain hasil limbah sampah yang banyak berkisar 50 ton per hari.

“Mungkin dari UMM bisa merangkul paguyuban batik Probolinggo, berinovasi dalam pengelolaan buah mangga yang melimpah dan berinovasi dalam pengelolaan sampah. Ini mungkin bisa dijadikan sesuatu yang memiliki nilai,” ujar Rukmini. (Cholil)

62 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan