KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Edy Rumpoko Banyak Berkelit Saat Diperiksa Sebagai Saksi

Selasa, 20/Maret/2018 19:54:07
Edy Rumpoko, mantan Wali Kota Batu (kanan) saat diperiksa sebagai saksi pada kasus korupsi lelang jabatan Pemkot Batu dengan terdakwa Edi Setiawan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (20/3/2018).

SURABAYA (surabayapost.id) – Sidang lanjutan kasus suap proyek lelang di Pemkot Batu dengan terdakwa Edi Setiawan, mantan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa VI Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu kembali digelar di Pengadilan Tipikor, Surabaya, Selasa (20/3/2018). Pada sidang kali ini, Edy Rumpoko, mantan Wali Kota Batu diperiksa sebagai saksi.

Saat masih menjabat sebagai Wali Kota Batu, Edy Rumpoko merupakan atasan dari Edi Setiawan. Sayangnya saat diperiksa sebagai saksi, Edy Rumpoko lebih banyak berkelit dengan mengaku tidak tahu.

Lantaran Edy Rumpoko lebih banyak mengaku tidak tahu, akhirnya Ronald Warotikan, Jaksa Penuntut pada KPK memutarkan rekaman hasil sadapan yang berisi pembicaraan antara dirinya dan Edi Setiawan. “Apa betul ini perbincangan saksi dengan terdakwa Edi Setiawan?” tanya salah satu jaksa dan kemudian dibenarkan oleh Edy Rumpoko.

Edy Rumpoko juga dicecar pertanyaan perihal kedekatannya dengan pengusaha Philipus Jap. “Apakah saksi kenal dengan Philipus Jap?,” tanya jaksa Ronald kepada Edy Rumpoko.

Edy Rumpoko mengaku dirinya mengenal Philipus Jap hanya sebatas komunikasi terkait penjualan aset tanah pada 2014-2015 silam. “Saya lupa dan ada ketemuan di rumah dinas dengan Budi dan istri, Mikel dan istri, Ester dan suami, dan Steven dan istri. Yang pasti pada waktu pembangunan mengetahui Philipus Jap, suami dari Ester,” jelas Edy Rumpoko menjawab pertanyaan jaksa Ronald.

Namun setelah rekaman sadapan diputar dan terdengar kalimat “Jangan Komunikasi Dulu”, Edy Rumpoko terlihat bingung dan langsung membantahnya.
“Iya itu komunikasi saya dengan Philipus Jap. Soal undangan, tidak ada,” aku Edy Rumpoko.

Sidang kali ini juga memeriksa Junaedi yang merupakan sopir pribadi Edy Rumpoko. “Saya disuruh bapak (Edy Rumpoko) mengambil mobil di Kartikasari karena akan ada Bu Megawati,” jelas Junaedi kepada tim jaksa KPK.

Sayangnya Junaedi mengaku tidak tahu saat ditanya apakah mobil Alphard yang dipakai Edy Rumpoko merupakan dari hasil membeli atau pemberian dari orang lain. “Saya hanya mengambil dan membawa ke rumah dinas,” elak Junaedi. (Arifan)

2,744 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan