KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

KPK Tetapkan Tersangka, Rumah Pribadi Wali Kota Anton Digeledah

Selasa, 20/Maret/2018 15:59:26

MALANG (SurabayaPost.id) – Wali Kota Malang non-aktif karena cuti kampanye, H Moch Anton ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, tim penyidik anti-rasuah itu menggeledah rumah pribadi calon petahana tersebut, Selasa (20/3/2018).

Ada tiga mobil tim penyidik KPK masuk di garasi rumah pribadi Anton di Jalan Tlogo Indah, RT 02, RW 01, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu. Tim penyidik masuk rumah pribadi Anton itu sekitar pukul 12.30 WIB.

Mereka melakukan penggeledahan sekitar 2,5 jam. Sebab pukul 15.00 WIB tim penyidik itu sudah meninggalkan rumah pribadi Wali Kota Malang yang akrab disapa Abah Anton itu.

Selama pemeriksaan berlangsung secara tertutup. Pihak yang tak berkepentingan dilarang masuk. Begitu juga sebaliknya, orang-orang yang ada di dalam rumah saat tim penyidik masuk dilarang keluar.

Hal itu dialami juga dua wartawan Malang. Masing-masing, Ira dari Malang Post dan Lisdya wartawati malangvoice.com.

Kala itu dua wartawati ini hendak wawancara terkait penetapan status tersangka oleh KPK terhadap Abah Anton. Tiba-tiba tim KPK datang dan masuk.

Praktis dua wartawati itu tak bisa wawancara. Bahkan handphone seluler mereka sempat diamankan tim penyidik selama penggeledahan itu berlangsung.

Usai penggeledahan, handphone dua wartawati itu dikembalikan lagi sekitar pukul 15.00 WIB. Tim penyidik itu pun meninggalkan rumah pribadi Abah Anton.

Sekedar diketahui, penetapan tersangka yang dakukan KPK terhadap Abah Anton ini berbeda dengan kasus-kasus lain. Sebab, penetapan status tersangka itu tak diumumkan secara resmi seperti biasanya.

Penetapan status itu justru diketahui lewat surat panggilan terhadap saksi-saksi yang jadi terperiksa. Dalam surat ada lampiran daftar nama yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Itu termasuk pada 18 anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019.

Karena itu, tim penyidik KPK menurut informasi menjadwalkan kegiatan di Malang ini selama lima hari. Itu sejak Senin (19/3/2018) hingga Jum’at (23/3/2018). Kegiatan itu selain memeriksa saksi juga melakukan penggeledahan kediaman tersangka seperti Abah Anton.

Anton bersama 18 anggota DPRD Kota Malang ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap. Kasus penyuapan itu untuk memperlancar pembahasan APBD-P Kota Malang TA 2015. (Cholil, AH)

IMG-20180320-WA0068

2,071 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan