KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

MH, Pembunuh Guru Budi Akhirnya Divonis 6 Tahun Penjara

Selasa, 6/Maret/2018 15:09:33
MH tertunduk mendengarkan sidang vonis

SAMPANG (SurabayaPost.id) – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sampang akhirnya menjatuhkan vonis terhadap MH, terdakwa pembunuh Achmad Budi Cahyanto, Guru SMAN 1 Torjun selama 6 tahun. Vonis tersebut lebih ringan 1.5 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang yakni selama 7,5 tahun.

Dibandingkan sidang-sidang sebelumnya, pada saat sidang pembacaan vonis terhadap MH yang masih duduk dibangku kelas 11 atau kelas 2 SMAN 1 Torjun itu digelar terbuka untuk umum, dibawah pengawalan ketat aparat Kepolisian, pada Selasa (6/3/2018).

Berdasarkan amar putusan majelis hakim yang dipimpin langsung oleh Ketua PN Sampang, Purnama menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap orang lain.

Humas PN sekaligus merangkap sebagai anggota majelis hakim, I Gede Parwata dikonfirmasi usai sidang menjelaskan, majelis hakim dalam memutuskan vonis 6 tahun penjara tersebut, ada beberapa pertimbangan. Diantaranya ada empat item yang memberatka, serta ada beberapa hal yang meringankan terdakwa.

“Empat item yang jadi pertimbangan yang memberatkan terdakwa antara lain, akibat terdakwa emosi sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Anak yang dikandung istri korban menjadi kehilangan ayahnya, profesi korban sebagai guru yang seharusnya dihormati juga menjadi pertimbangan dan serta status terdakwa sebagai murid,” jelas Parwata.

Disisi lain aspek yang meringakan, terangnya, terdakwa tidak pernah dihukum, sopan, bersikap baik dipersidangan dan kooperatif. Namun karena terdakwa masih dibawah umur lanjut dia, sehingga akan ditempatkan di rumah tahanan khusus anak di Blitar.

Menanggapi vonis yang dijatuhkan majelis hakim, Penasehat Hukum terdakwa Mohammad Hafid Syafii, menyatakan pihaknya masih pikir-pikir untuk melakukan langkah hukum apakah melakukan upaya banding ke Mahkamah Agung (MA) sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami sebagai tim kuasa hukum terdakwa masih belum mengambil sikap, karena masih fikir-fikir, mungkin dalam seminggu ke depan baru kita melakukan upaya hukum,” tegas Hafid. (Hairuddin)

1,679 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan