KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Mobil Sapuangin and Nogogeni ITS Berjaya di Ajang SEM Asia 2018

Minggu, 11/Maret/2018 12:53:27
Mobil Nogogeni ITS

SURABAYA (SurabayaPost.id) – Dua mobil hemat energi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Sapuangin dan Nogogeni, berhasil dinyatakan lolos tahap technical inspection atau scrutineering di ajang Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2018 di Changi Exhibition Center, Singapura, Kamis (8/3/2018) siang.

Dengan demikian, kedua tim andalan ITS tersebut bisa mengikuti race untuk bertarung dengan tim-tim lainnya se-Asia yang rencananya baru akan dilaksanakan setelah acara pembukaan, besok Jumat (. Dari 124 tim yang terdaftar di kompetisi tahunan ini, 25 tim merupakan wakil dari beberapa universitas di Indonesia untuk dua kategori yakni prototype dan urban concept.

Sebelum bisa melakukan race, semua mobil tim harus melalui 12 tahapan inspeksi. Antara lain tahap inspeksi untuk kelengkapan driver (driver’s control), berat kendaraan (vehicle weight), vehicle dimension, seatbelt & roll bar, brake (rem), visibility, mechanical vehicle design, electrical vehicle design, energy verification (sesuai kategori bahan bakar), dan tahap telematry (kemampuan memantau kelengkapan dan kondisi mobil dari jarak jauh).

Tim Sapuangin dan Nogogeni akhirnya mampu melewati ke-12 tahapan inspeksi tersebut. Saat menjalani inspeksi, sempat terjadi beberapa kekhawatiran dari kedua tim dikarenakan adanya sedikit kesalahpahaman dari tim inspeksi dan juga adanya sedikit gangguan pada mobil saat inspeksi.

Sapuangin yang turun di kategori Urban Concept bahan bakar gasoline lancar sampai tahap electrical vehicle design, dan pada tahap inspeksi bahan bakar sempat lama terjadi antrean panjang. Namun, saat tahap telematry sempat terjadi kekacauan sistem karena induksi listrik dari coil (penguat voltage untuk busi).

“Akhirnya harus diputus sementara sambungan sistemnya ke coil tersebut, tapi nantinya saat race akan disambung lagi,” jelas Rafi Rasyad, General Manager ITS Team Sapuangin.

Langkah ini diambil atas saran panitia tim inspeksi, karena memang alat telematry para peserta dari panitia yang mengakui terjadi kesalahan.

“Nantinya sistem telematry ini akan dipasang lagi untuk lomba kecepatan pada hari Minggu, setelah dilakukan lomba irit-iritan bahan bakar,” imbuh Ir Witantyo MSc Eng, dosen pembina tim Sapuangin yang turut mendampingi.

Sementara tim Nogogeni yang tanding di kategori Urban Concept bahan bakar listrik sempat mengalami kesulitan saat inspeksi driver yang seharusnya berat badannya minimal 70 kg. Kalau kurang beratnya harus ditambahi pemberat.

“Nogogeni memiliki dua driver, namun salah satu driver kurang 12 kg beratnya. Harus dipilih salah satu drivernya,” ungkap Dedy Zulhidayat Noor ST MT PhD, dosen pembina tim Nogogeni.

Soal pakaian driver Nogogeni juga sempat dipertanyakan, karena tidak ada keterangan tahan api. Setelah diperiksa ternyata karena kesalahan produsen yang lupa menyertakan keterangan tersebut pada pakaian.

Setelah lolos inspeksi, semua tim melakukan test drive untuk menjajal sirkuit yabg telah disiapkan panitia, sebelum bertarung esok harinya.(ist/zai).

63 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan