KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Nilai Ekspor Indonesia Kalah, Presiden Jokowi Resah

Sabtu, 10/Maret/2018 7:36:46
Presiden Joko Widodo saat peresmian Kawasan Industri Java Integrated Industrial & Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, Jumat (9/3/2018).

GRESIK (SurabayaPost.id) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku resah, lantaran jumlah dan nilai ekspor Indonesia hingga saat ini, masih kalah dengan beberapa negara tetangga yang ada di Asia Tenggara. Menurut presiden jika ini dibiarkan Indonesia bakal dengan Kamboja dan Laos.

“Soal ekspor, kita masih kalah dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan terbaru Vietnam,” ujar Presiden Jokowi dalam pidatonya saat peresmian Kawasan Industri Java Integrated Industrial & Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, Jumat (9/3/2018).

Ditegaskan Jokowi, jika keadaan ini dibiarkan terua menerus Indonesia bakal dikalahkan oleh Kamboja dan Laos. “Kalau ini diterus-teruskan, bisa saja nanti kita akan kalah dengan Kamboja dan Laos. Begitu juga dalam hal investasi,” lanjut Jokowi.

Untuk itu, Presiden berharap, supaya iklim investasi dapat dipacu terus dengan semudah-mudahnya, untuk dapat merangsang para pebisnis melakukan investasi di Indonesia. Salah satunya, dengan membangun kawasan industri terpadu.

“Saya ingin kawasan industri seperti ini semakin banyak, agar lapangan kerja juga semakin baik. Kalau ngurus izin saja bertahun-tahun, terus siapa yang akan datang ke Indonesia? Siapa yang akan membuka pabrik, membuka usaha di Indonesia? Itu yang akan coba saya ubah,” tutur Presiden Jokowi.

Terlepas dari itu, Presiden Jokowi mengaku senang, lantaran JIIPE melakukan program sinergitas dengan pondok pesantren (ponpes) yang ada di sekitar. Salah satunya, Ponpes Khomaruddin yang sudah dilakukan sejak 2015.

“Saya juga suka JIIPE, karena mau bekerjasama dengan pondok pesantren dalam menyediakan lapangan kerja. Saya minta para pimpinan perusahaan lain, dapat meniru cara kerjasama yang dilakukan JIIPE. Coba tanyakan kepada pesantren, SDM (Sumber Daya Manusia) apa yang siap di sana, silahkan diambil,” terangnya.

“Kalau belum siap, latih mereka. Berikan training, vokasional training, dan pelatihan yang lain. Apa itu komputer, entah mengoperasikan mesin modern, supaya mereka siap,” kata Jokowi.

JIIPE sendiri merupakan kawasan industri dan pelabuhan terpadu, yang dikembangkan oleh PT. AKR Corporindo TBK melalui anak perusahaan PT. Usaha Era Pratama Nusantara, dengan PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III melalui PT. Berlian Jasa Terminal Indonesia.

Dengan kawasan ini memiliki luas area industrial 1.765 hektar, area residensial seluas 800 hektar, dan area pelabuhan seluas 400 hektar. Pelabuhan laut dalam di JIIPE, bakal dilengkapi dengan empat dermaga yang mampu mendukung semua aktivitas di pelabuhan dan industri. (masduki)

1,413 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan