KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Nyambi Mucikari Threesome, Satpam Jual Tetangga

Senin, 12/Maret/2018 18:09:24
Obet Arfat, pelaku yang menjual tetangganya usai ditangkap polisi.

SURABAYA (surabayapost.id) – Kembali kasus jual beli untuk layanan seks threesome lewat jejaring sosial Facebook (FB) berhasil di ungkap oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya. Kasus perdagangan orang ini diungkap polisi pada, Sabtu (10/3/2018) sekira jam 15.00 WIB, di salah satu kamar di hotel yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Surabaya.

Pelaku yang diketahui bekerja sebagai satpam bernama Obet Arfat (29) warga Desa Punggul RT 2, Gedangan Sidoarjo, menawarkan korbannya Mawar (26) ibu rumah tangga warga Kesamben Wetan Driyorejo Gresik. Dalam potingan di FB, pelaku ini menawarkan bisa memberi layanan seks Treesome dengan tarif antara Rp 500 hingga Rp 700 ribu untuk sekali kencan.

Pelaku ini menawarkan korban melalui FB dengan nama akun Rafa Claudio dengan status “lagi butuh uang Bos, minat Inbox dan bisa panggilan”. Lalu dari postingan tersebut ada yang berminat dan masuk dalam akun tersangka yang menyatakan ingin memboking.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni memaparkan, begitu ada yang mau memboking lalu pelaku ini melanjutkan dengan chatt melalui WhatsApp untuk dikirim foto dan tarif. Setelah sepakat maka mereka membuat janji untuk bertemu di hotel daerah Jalan Diponegoro Surabaya. “Di hotel itu, tersangka dan korban sudah memboking dan menunggu tamu sambil telanjang dada,” kata Ruth kepada surabayapost.id, Senin (12/3/2018).

Pada pukul 15.30 WIB, dalam nomor kamar 212, saat ketiganya dalam kamar dan siap untuk melakukan Treesome, Polisi datang melakukan penggrebekan. Mereka tidak bisa mengelak, karena semuanya saat itu sudah dalam keadaan telanjang akan melakukan Threesome.

“Saat itu juga, ketiganya (pelaku, korban, tamu) diamankan oleh petugas dari unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya dan langsung di bawa untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tambah Ruth Yeni.

Dari ungkap kasus tersebut, petugas mengamankan, satu HP, 10 buah kondom, 1 lembar bill hotel, serta uang tunai sebesar Rp 300 ribu. Tersangka akan dijerat dengan pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang PTPPO atau pasal 296 KUHP yang ancamannya paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun penjara (Ekoyono)

938 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan