KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Oknum Pengacara di Mojokerto Dipolisikan Kliennya

Selasa, 13/Maret/2018 9:47:38
Mochammad Nukson (tengah) didampingi petugas Kepolisian

MOJOKERTO (SurabayaPost.id) -Mochammad Nukson (43), seorang yang berprofesi pengacara dan tercatat warga Lingkungan Sinoman Gang II, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, terpaksa berurusan dengan Satreskrim Polres Mojokerto Kota dan dijebloskan di sel tahanan Mapolres Mojokerto Kota, Sabtu (10/3/2018) malam. 

Ia (terlapor) dilaporkan resmi kliennya Umi Muzaiyanah, warga Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, karena diduga melakukan penipuan dan menggelapkan uang pengurusan surat jual beli tanah menjadi sertifikat dan pengurusan balik nama sertifikat atas nama korban. 

Penangkapan dilanjutkan penahanan yang dilakukan petugas terhadap tersangka berawal ketika pada 25 Agustus 2017 silam sekitar pukul 10.00 WIB, korban (Umi) datang ke kantor tersangka di jalan Cinde, Lingkungan Kel/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, meminta tolong kepada tersangka untuk menguruskan 1 surat jual beli tanah menjadi sertifikat milik pegawainya yakni Mustika Setyanngsih dengan memberi (menyerahkan) uang sebesar Rp. 5 juta.

Tersangka berjanji dan sanggup mengerjakan pengurusan hingga selesai dalam tempo 3 minggu. Selanjutnya, pada hari yang berbeda, korban kembali datang ke kantor tersangka untuk minta tolong menguruskan balik nama 2 surat sertifikat atas nama Kamilatut Diniyah dan Elok Faiqatul Hima. Korban menyerahkan uang guna biaya pengurusan surat tersebut sebesar Rp. 15 juta dan tersangka sanggup serta berjanji bisa menyelesaikannya dalam tempo 3 minggu. 

Dari pekerjaan yang dilakukan oleh tersangka, hanya satu surat yang sudah diselesaikannya, yakni satu sertifikat atas nama Kamilatut Diyah. Sedangkan hingga dilaporkan oleh korban, tersangka belum bisa menyelesaikan 2 surat, yakni surat jual beli tanah atas nama Mustika dan surat balik nama atas nama Elok. 

Korban sudah berusaha menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan, namun tersangka hanya janji-janji saja hingga akhirnya terpaksa korban melaporkan kejadian yang dialaminya tersebut ke Polres Mojokerto Kota. 

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Puji Hendro Wibowo, SH. SiK, melalui Kasatreskrim, AKP. Suharyono, SH ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya melakukan penahanan terhadap tersangka, karena setelah dilakukan pemeriksaan penyidikan, tersangka terbukti telah melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan atas kejadian yang dilaporkan oleh korban.

“Hingga pemeriksaan yang dilakukan, tersangka diduga belum mendaftarkan pengurusan surat jual beli tanah dan surat balik nama ke kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) setempat. Tersangka mengaku surat dokumen tersebut masih ada padanya (disimpan di kantornya). Guna pengusutan lebih lanjut, kita menyita 1 lembar tanda terima pembayaran pengurusan 1 buah surat jual beli tanah menjadi sertifikat atas nama Mustika sebesar Rp. 5 juta dan 1 buah tanda terima pembayaran pengurusan surat balik nama sertifikat atas nama Kamilatut Diyah dan Elok sebesar Rp. 15 juta, 1 lembar kertas bertuliskan kesangupan tersangka menguruskan surat kepada korban yang berbunyi ‘Sertifikat atas nama Mustika selesai pada Februari 2017’ serta 1 lembar tanda terima pembayaran tanah yang terletak di Dusun Mangelo, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto seluas 60 M2 sebagai barang bukti. Karena perbuatanya, tersangka dijerat pasal 378 KUHP dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. Diperkirakan masih banyak korban lagi atas perbuatan yang dilakukan tersangka,” pungkasnya. 

Atas perbuatan tersangka, korban mengalami kerugian puluhan juta. (Wisnu Joedha)

1,019 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan