KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Pemkot Bangun Ruang Laktasi dan Area Merokok di Kawasan Balaikota Malang

Rabu, 14/Maret/2018 0:29:24

MALANG (SurabayaPost.id) – Pemkot Malang lewat Bagian Umum membangun ruang Laktasi dan area merokok. Dua sarana yang dibangun di kawasan Balaikota Malang itu bakal dijadikan sebagai kado HUT Kota Malang ke 104 tahun, 1 April 2018 nanti.

Pembangunan dua sarana di gasebo Balaikota Malang itu diakui Kabag Umum Sekretariat Pemkot Malang, Suwarjana, Selasa (13/3/2018). “Gsebo iperluas, supaya bisa menjamu tamu jika membutuhkan paparan outdoor. Selain itu juga supaya bisa jadi tempat istirahat tamu yang berkunjung ke Balai Kota, jika jumlahnya banyak. Area ini nantinya bisa menampung sampai 80 orang, ya bisa dikatakan pendopo kecil Balaikota, ” ungkap Suwarjana, saat dipergoki mengamati area tersebut.

Lanjut mantan sekretaris dindik itu menambahkan bahwa selain diperluas, pihak Pemkot Malang juga mengakomodasi keinginan para perempuan yang menyusui di Balai Kota Malang. Balai Kota Malang selama ini belum dilengkapi dengan ruang laktasi.

Memenuhi kebutuhan para ibu yang menyusui yang harus mencari tempat sendiri untuk memompa ASI, ataupun menyusui bayi jika membawa ke Balai Kota Malang.

“Ada yang mengeluh sulit mencari ruang laktasi sehingga harus memakai kamar mandi sehingga kami mengakomodasinya dan menyediakan ruang laktasi. Ruang laktasi nantinya dilengkapi pendingin ruangan,” papar Jana.

Bahkan salah satu area yang juga mengakomodasi keluhan warga, serta akan berkaitan dengan aturan kawasan tanpa rokok (KTR) adalah area merokok. Di sekitar Gazebo itu nanti disediakan area merokok bagi para perokok di Balai Kota Malang.

“Sehingga yang tidak merokok tetap merasa nyaman. Sedangkan yang merokok bisa merokok di tempat yang sudah disediakan,” imbuh Jana.

Perlu diketahui kalau ruang laktasi merupakan salah satu ruang yang menjadi tuntutan aturan di sebuah lembaga publik.

Juga melengkapi pasca Kota Malang disetujuinya Perda KTR, maka kantor pemerintahan harus menyediakan kawasan merokok jika nantinya Perda itu ditetapkan.

Terlebih di Perda itu, salah satu kawasan yang harus steril dari asap rokok adalah kantor pemerintahan. Konsekuensinya, kantor itu harus menyediakan ruang merokok (smoking area) untuk para perokok.

Suwarjana menambahkan, revitalisasi gazebo itu memakai dana APBD 2018 sebesar Rp 200 juta. Rencananya, pengerjaan revitalisasi itu sudah selesai pada April nanti. “Paling tidak pendopo mini balkot ini bisa jadi kado ‎HUT Kota Malang yang ke 104 , insya allah tanggal 30 Maret sudah beres,” tandasnya optimis. (Doddy Rizky)

536 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan