KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

PMII Bojonegoro Beri Rapor Merah untuk Bupati Suyoto

Senin, 12/Maret/2018 16:09:42

BOJONEGORO (SurabayaPost.id) –
Sekitar 60 mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bojonegoro melakukan aksi damai dengan menyerahkan rapor merah selama Bupati Bojonegoro memimpin, Senin (12/03/18).

Aksi tersebut diawali dari bundaran Sumbang-Jalan Diponegoro-Jalan AKBP Soeroko, menuju Jalan Mas Tumapel, tepatnya di depan Pendapat Malapati.

Para Mahasiswa merangkum beberapa catatan negatif dari kinerja Bupati selama sepuluh tahun memimpin Kabupaten Bojonegoro.

Ketua PMII Cabang Bojonegoro, Muhammad Kamaludin dalam rilisnya mengatakan, salah satu rapor merah yang diberikan Suyoto adalah adanya mutasi jabatan yang tidak sesuai dengan UU No 6 Tahun 2016.

Lalu program pembangunan infrastruktur jalan yang kurang tepat, adanya pembangunan jembatan yang tidak sesuai dengan perencanaan/target waktu (Jembatan Trucuk),
Pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) yang dinilai tidak produktif atau tepat guna.

Belum maksimalnya fungsi embung di desa, twlatnya distribusi pupuk yang dinilai menghambat perkembangnya pertanian di Bojonegoro, belum adanya upaya upaya yang efektif untuk menangani bencana banjir tahunan.

Masih tingginya tingkat pengangguran di Bojonegoro hingga menembus angka 23.329Jiwa pada tahun 2017.
Adanya 12.000 jiwa masyarakat Bojonegoro yang diberi pelatihan namun tidak ada tindak lanjut setelah pelatihan, pembangunan infrastruktur pendidikan yang belum merata,
Pelayanan BPJS yang belum maksimal (adanya perbedaan pelayanan antara menggunakan BPJS dengan Reguler),
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang belum mampu untuk produktif dan hanya menghasilkan PAD yang kecil.

Hal tersebut menjadi rapor merah bagi Bupati Suyoto akan terus disimpan sebagai Sejarah. Namun, aksi mereka tidak ditemui oleh Bupati Bojonegoro Suyoto. Mahasiswa pun gagal menyerahkan rapor merah itu kepada Bupati yang masa jabatannya akan berakhir 13 Maret 2018 besok. 

Mereka para mahasiswa menilai, Bupati Suyoto yang menjabat dua periode gagal dalam menjalankan amanat rakyat Bojonegoro.

“Rapor merah Bupati terpaksa tidak jadi kami berikan. Karena Bupati tidak berani menemui kami dan akan menjadi sejarah Rakyat Bojonegoro. Bupati Bojonegoro Gagal membangun dan memimpin Bojonegoro,” keluh Kamal. (Sandi Suswondo)

143 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan