KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Polisi Bongkar Sindikat Penipuan Order Fiktif Taksi Online Grab

Selasa, 13/Maret/2018 19:40:03
Para tersangka (kaos oranye) saat dirilis oleh Polda Jatim

SURABAYA (SurabayaPost.id) – Anggota Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) berdasarkan Laporan Polisi nomor LP.A/26/ll/ 2018/SUS/JATIM.

Kelima pelaku penipuan merupakan driver taxi online Grab, tertangkap di Komplek Puri Asri, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya. Modusnya melakukan transaksi palsu dengan memanipulasi data mempunyai akun driver lebih dari 1 (satu) akun, untuk mengambil keuntungan perusahaan.

Pelaku tersebut antara lain DCT (35), warga Kapasari gang Gembong Kinco No. 1 RT 03/RW 04 Kel. Kapasari, Kecamatan Genteng Kota Surabaya. Lalu MGH (35), warga Komplek San Diego Blok M2 N0. 16 Pakuwon City RT 008/RW 006 Kel. Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya.

KDSK (26), warga jalan Sutorejo Tengah N/No. 7 Surabaya, JS (33) warga jalan Jagalan I No. 392, RT 08/RW 03 Semarang Jawa Tengah; MH (35), warga Dk. Gogol Jalan Menganti 3 RT 005/RW 002, Kelurahan Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya.

Wadirreskrimum Polda Jatim, AKBP Arman Asmara mengatakan, kronologi kejadian bermula pada hari Senin (05/03/2018) sekitar pukul 17.00 WIB, petugas mengamankan 5 (lima) pelaku. Sebut saja DCT, MGH, JS, KDSK dan MH, pelaku kriminalitas penipuan dengan cara menggunakan akun perusahaan Grab yang palsu dan juga menciptakan order fiktif dengan menggunakan handphone.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Barung Mangera menambahkan jaringan pemesanan order fiktif ini sudah terkoordinir, melalui telepon genggam (handphone). Pelaku melakukan modusnya untuk mengambil keuntungan perusahaan.

Masih dengan Barung, seolah-olah dari penumpang real yang mengorder taxi online grab, kemudian digunakan untuk menarik bonus insentif yang disediakan perusahaan Grab.

“Penipuan ini dikelola oleh group Whatsapp (WA) bernama Xero diduga sejak November 2017 dengan pengurus dan bendahara bernama MH yang mengelola iuran setiap driver setiap bulan sebesar Rp 350.000 (tiga ratus lima puluh ribu rupiah). Dan juga membiayai perbaikan/servis dan juga pembelian handphone (HP pelaku penumpang fiktif),” ungkapnya. Selasa (13/03/2018)

Barang bukti yang disita petugas dari tersangka DCT, yaitu 1(satu) unit Honda Mobilio Nopol L 1859 RN warna putih, 11 (sebelas) unit (HP berperan sebagai driver dengan nama akun Sandra Dewi Kartika nopol L 805 HB, Lesmono Sidik L 1859 RN, Topas Tegar Ambardi L 1588 XX, 3 (tiga) ATM dari rekening CIMB Niaga, 2 (dua) modem internet merk Andromax dan TP Link.

Disita dari MGH, berupa 10 unit HP berbagai merk (HP berperan sebagai driver dengan nama akun Modi Gautama Halim, akun Suwardi, dan sebagai penumpang fiktif), 1(satu) buah ATM dari rekenlng CIMB Niaga Nomor: 701685032500 atas nama Modi Gautama Halim.

Disita dari KDSK, berupa 17 (tujuh belas) unit HP berbagai merk (HP berperan sebagai driver dengan nama akun Kong Dhimas Setyo K, Kong Sherly, Vando dan Ronald dan sebagai penumpang fiktif), 1 (satu) kartu ATM Bank Niaga atas nama Kong Dhimas Setyo K.

Disita dari tersangka JS, yaitu 19 (sembilan belas) unit (HP berperan sebagai driver dengan nama akun Juan Suseno, Arya Suseno dan Angelina Susanto ), 2 (dua) Unit Toyota Avanza putih 2013 Nopol L 1840 QU dan Nopol L 1023 QU, 1 (satu) Nisaan X-Trail 2015 Nopol L 0057 EF dan 1 (satu) Unit Innova tahun 2017 warna abu-abu metalik Nopol K 8424 LH juga 2 (dua) ATM Bank Niaga a.n. Juan Suseno dan Angelina Susanto,

Disita dari MH, 29 (dua puluh delapan) unit (HP berperan sebagai driver dengan nama akun Antono, Dony dan Maria Hanavie, 1 (satu) ATM CIMB Niaga atas nama Maria Hanavie, Tjio Singgih Candra dan 1(satu) CIMB Syariah atas nama Budi Setiawan. Sedangkan yang 5 (lima) atas nama Dony, Antono, Fenny, Juliana dan Candra Andi, 1 (satu) unit Toyota Agya tahun 2015 warna putih Nopol L 1636 KW atas nama Maria.

Karena telah melakukan perbuatan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik dengan cara sengaja dan tanpa hak melakukan manipulasi, dikenakan pasal 35 Jo Pasal 51 ayat (1) UU Rl No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 1 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 KUHP dan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 guna dilakukan proses hukum yang berlaku. (M9)

495 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan