KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Rebutan Asuh Ibu Kandung, Adik-Kakak Saling Hajar

Rabu, 14/Maret/2018 1:13:04
Dojolukito Wisanto alias Oei Tjie Hwa saat menjalani sidang.

SURABAYA (surabayapost.id) – Hanya karena sama-sama ingin mengasuh ibu kandung, kakak beradik yang tinggal di Jalan Mojo Kidul Blok J terlibat adu jotos. Tak berhenti di situ, sang adik Ima Sriwulan Wisanto yang tak terima dipukul kakanya yaitu Dojolukito Wisanto alias Oei Tjie Hwa melanjutkan ke ranah hukum.

Dojolukito Wisanto alias Oei Tjie Hwa kembali dihadirkan sebagai terdakwa kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (13/3/2018). Pada sidang kali ini, Dojolukito mendengarkan kesaksian dari Edwin Armundo (22), dan Arjun (31), yang mengetahui kejadian 4Oktober 2017.

Dalam keterangannya, Edwin menceritakan kronologis kejadian. “Waktu saya masuk, ada nenek terjatuh dan minta tolong,” ucap Edwin. Lanjutnya, tak jauh dari nenek yang hendak ditolong, ia melihat terdakwa menarik rambut Ima dengan tangan kanan, dan berebut botol kecap. “Pak Lukito yang menarik rambut Bu Ima, sempat memukul wajah dengan tangan kanan dan mengenai pipi kiri. Dan saya melihat sekali dipukul,” jelasnya.

Mengetahui itu, dirinya berusaha merebut botol kecap yang diperebutkan hingga akhirnya terjatuh dan pecahan kaca dari botol dan mengenai kaki. “Bu Ima sempat merebut botol ke saya, tapi pecah dan kena kaki saya,” jelasnya.

Sedangkan, Arjun menceritakan bahwa dirinya ketika hendak memisahkan berkelahian itu dibentak terdakwa Lukito. “Kami tidak usah ikut-ikut,” kata Arjun menirukan ucapan terdakwa saat itu.

Hakim Maxi sempat menanyakan luka yang diderita korban kepada saksi Edwin, karena dari hasil visum dokter diketahui banyak luka. “Pak Jaksa, minggu depan saya minta dihadirkan dokter, karena keterangan di sini (visum) banyak lukanya,” ujarnya.

Hakim Maxi sempat menegaskan, jika nanti diduga ada keterangan yang tidak benar pada hasil visum, maka dirinya akan lansung melakukan tindakan tegas. “Kami akan tindaklanjuti kalau visum ini tak benar,” tegas Maxi.

Sementara itu, Teguh Santoso, kuasa hukum terdakwa mengatakan, korban awalnya sudah diterima di Rumah Sakit Siloam, tapi entah mengapa tiba-tiba pindah di Rumah Sakit Mitra Keluarga. “Saya tidak tahu, apa ada rekayasa sehingga pindah ke rumah sakit. Majelis hakim juga meminta jaksa untuk menghadirkan minggu depan,” katanya usai sidang. (Arifan)

1,697 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan