KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Resmi Disanksi, Kemenristekdikti Larang Unikama Terima Maba

Kamis, 29/Maret/2018 0:54:22
Kasubdit Pengendalian Kelembagaan Perguruan Tinggi. Kementerian Ristekdikti, Henri Tambunan.

JAKARTA (SurabayaPost.id) – Kemenristekdikti akhirnya resmi memberikan sanksi terhadap Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama). Pemberian sanksi administratif berat itu diungkapkan Kasubdit Pengendalian Kelembagaan Perguruan Tinggi. Kementerian Ristekdikti, Henri Tambunan, Rabu (28/3/2018).

“Kementerian dan Kopertis VII sudah berupaya melakukan islah untuk berdamai. Kedua belah pihak organ yayasan yang berkonflik sudah dipertemukan dan dimediasi. Namun salah satu pihak tidak mau berdamai atau islah,” kata Henri Tambunan kepada SurabayaPost.id.

Sebagaimana diketahui, pengelola Unikama pecah kongsi. Satu kubu adalah PPLP-PT PGRI dibawah kendali Cristea Frisdiantara. Kubu lainnya adalah PPLP-PT PGRI dibawah komando Soeja’i.

Kedua kubu sama-sama mengangkat rektor. Soeja’i pakai rektor Dr Pieter Sahertian. Sedangkan Cristea Frisdiantara memgangkat Pjs Rektor Prof Dr Tauchid Noor.

IMG-20180328-WA0101

“Kondisi saat ini masing-masing pihak sudah mengangkat rektor. Jadi ada dua rektor di Kanjuruhan Malang. Oleh karena itu kementerian menjatuhkan sanksi administrasi berat yaitu menjatuhkan status pembinaan ke Universitas Kanjuruhan. Surat jatuh sanksinya pertanggal 21 Maret 2018 sudah kami kirimkan,” tutur Henri.

Menurit dia, dengan sanksi berat tersebut Unikama dilarang menerima mahasiswa baru (Maba). Selain itu juga tidak boleh melakukan wisuda terhadap mahasiswanya sebelum konflik itu selesai.

“Masa jatuh sanksinya itu kita berikan waktu 6 bulan. Itu sesuai dengan Permen Ristekdikti no. 100 tahun 2016. Kita harapkan dalam 6 bulan masa jatuh saksi itu, ada perbaikan, disamping kementerian akan melakukan telaah atau kajian yang berkaitan dengan legalitas yayasan yang berkonflik,” urai Henri.

Dijelaskan dia bila sanksi teraebut akan dicabut apabila kedua belah pihak yang bersengketa menyelesaikan konfliknya. Selama belum tuntas maka sanksi tersebut terus berlaku.

Sementara itu Dirjen Kemenristekdikti, Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc mengatakan bila kedua yayasan akan diminta presentasi ke Menristekdikti. “Kapan kami belum menjadwalkan,” tandasnya. (Cholil, AH)

4,429 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan