KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Resmikan Masjid Polinema, Menristekdikti Ingatkan Soal Revolusi Industri 4.0

Selasa, 13/Maret/2018 15:12:27

MALANG (SurabayaPost.id) – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir berkunjung ke kampus Polinema, Selasa (13/3/2018). Selama di kampus tersebut Menristekdikti ini menandatangani prasasti dan meresmikan beberapa gedung, masjid serta memberikan kuliah umum.

Di antara gedung yang diresmikan adalah Graha Polinema, Gedung Kuliah terpadu dan Masjid Annur Polinema. Menristekdikti juga menyaksikan penyerahan aset Masjid Annur Polinema dari alumni kepada Direktur Polinema, Awan Setyawan.

Kala memberikan kuliah umum M Nasir menguraikan soal perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat. Menurut dia hal itu harus diimbangi dengan kebijakan pendidikan tinggi yang dirumuskan secara cepat, tepat dan relevan.

“Itu demi menghadapi lingkungan baru dan era baru yaitu revolusi industri keempat. Efek dari revolusi industri 4.0 itu sangat besar. Termasuk di dunia pendidikan tinggi,” papar dia.

Untuk itu kata dia, terkait pelaksanaan program prioritas nasional, Kemristekdikti tetap melakukan secara relevan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Kegiatan tersebut meliputi kegiatan bantuan beasiswa Bidikmisi, Revitalisasi Perguruan Tinggi Vokasi, Pembelajaran Daring, dan Peningkatan Kualitas Perguruan Tinggi (Akreditasi dan Reputasi Internasional ).

Mengenai program terkait riset dan pengembangan kata dia diarahkan pada penciptaan teknologi teknologi masa depan. Tentunya yang mendukung revolusi industri 4.0.

“Sedangkan program terkait inovasi diarahkan pada pemanfaatan teknologi maju dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, membebaskan nomenklatur prodi untuk mendukung pengembangan kompetensi industri serta membangun teaching factory industri 4.0,” sambung dia.

Makanya mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro itu mengingatkan, perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang sangat cepat harus menjadi perhatian bagi civitas akademika. Sehingga pembelajaran berbasis TI harus dipertimbangkan untuk menentukan kompetensi mahasiswa.

“Perubahan teknologi informasi sangat mendukung perkembangan revolusi industri 4.0, negara yang akan menjadi pemenang bukan negara yang penduduknya besar. Tetapi negara yang mempunyai inovasi besar akan menjadi pemenangnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan inovasi nantinya akan memiliki dampak positif. Sebab mendorong perusahaan multinasional dan investasi ke negara-negara berkembang yang akan mendorong dan menyediakan lapangan kerja dan daya saing bangsa. “Itu yang yarus diantisipasi, “ papar dia. (Cholil)

159 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan