KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

RS Unair Buka Layanan Hemodialisis

Minggu, 11/Maret/2018 12:31:03
Pasien hemodialisis di RS Unair

SURABAYA (SurabayaPost.id) – Memperingati hari ginjal dunia yang jatuh di hari Kamis minggu kedua bulan Maret, Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS UNAIR) meresmikan unit baru yaitu Hemodialisis. Unit baru ini dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan hemodialisis, atau perawatan cuci darah akibat penyakit gagal ginjal.

“Hari ginjal diperingati bukan untuk pesta-pesta, tetapi justru untuk mengingatkan kita bahwa di dunia ini masih ada penyakit yang berbahaya dan menimbulkan biaya yang sangat besar, yaitu penyakit ginjal kronik,” ujar ketua Pernefri Jatim, dr. Pranawa, SpPD-KGH usai meresmikan unit Hemodialisis.

Pranawa juga menjelaskan, penyakit ginjal kronik tidak bisa menjalani perawatan konserfatif dengan obat-obatan saja. Pasien tersebut memerlukan perawatan terapi pengganti ginjal.

Ada tiga perawatan yang dapat dilakukan, di antaranya hemodialisis, continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD), dan pengobatan yang lebih tuntas yaitu transplantasi ginjal.

“Ketiga cara itu bisa dilakukan di Indonesia, termasuk Surabaya,” terangnya.
Menurut data internasional, saat ini, di antara 1 juta penduduk ada seribu pasien yang memerlukan perawatan hemodialisis. Tahun 2016 lalu, Indonesia menghabiskan dana 450 miliar hanya untuk hemodialisis saja.

Pasien ginjal kronik, masih menurut doter Pranawa, jika tidak melakukan transplantasi ginjal, maka harus menjalani hemodialisis dua hingga tiga kali seminggu, sekitar 10-12 kali tindakan dalam satu bulan dengan biaya satu juta sekali perawatan.

“Tentu, ini jumlah biaya yang tak sedikit. Karena itu, dengan peresmian instalasi baru ini, kami harapkan hemodialisis akan makin berkurang,” ungkap dokter Pranawa.
Pencegahan Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal kronik, lanjut Pranawa, disebabkan oleh beberapa faktor. 52 persen disebabkan diabetes, dan 32 persen karena hipertensi. Pada perempuan hamil, infeksi saluran kencing, dan keganasan rahim, juga beresiko terkena penyakit ginjal. Dan penyakit ginjal tidak menyerang secara pilih-pilih karena bisa tejadi pada siapa saja, baik orang tua, anak-anak, laki-laki, maupun perempuan.

“Padahal, jika dirawat dengan sempurna, 80 persen hemodialisis sebetulnya bisa dicegah ketika bisa mengobati hipertensi dan diabet,” terang Pranawa.

Direktur RS UNAIR Prof.Dr.Nasronudin,dr.,Sp.PD-KPTI mengatakan, dibukanya unit Hemodialisis di RS Unair bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat, karena dari waktu ke waktu, jumlah pasien yang memerlukan bantuan hemodialisis semakin banyak.

“Pembukaan unit Hemodialisis ini merupakan bentuk keberhasilan pemerintah dan RS Unair untuk membantu mempertahankan kualitas hidup dan harapan hidup masyarakat yang terkena penyakit ginjal kronik,” lanjut Nasronudin. (kbs)

121 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan