KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Sidangkan Sindikat Penipu, Jaksa Tak Mampu Hadirkan Saksi Korban

Senin, 12/Maret/2018 17:54:50
Ketiga terdakwa sindikat penipuan kelas kakap saat menjalani persidangan di PN Surabaya, Senin (12/3/2018).

SURABAYA (surabayapost.id) – Tiga terdakwa komplotan penipu kelas kakap duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya. Ketiga terdakwa yang telah 15 tahun melakukan aksi kejahatan penipuan ini menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Tiga terdakwa kasus penipuan kelas kakap ini diantaranya, Yahya Rachim alias Romli, Muhammad Fachrizal alias Rendi alias Awang, dan Nasir alias Ramli. Kepada majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana, ketiga terdakwa mengakui semua aksi penipuan yang dilakukannya.

Selain itu, ketiga terdakwa juga menjelaskan bagaimana modus yang dipakainya untuk memperdayai para korbannya. “Saya pegang kartu ATM milik korban dan saya tutupi dengan handphone. Saat korban lengah, saya tukar kartu ATM milik korban dengan kartu ATM milik saya yang tidak ada isinya,” ujar terdakwa Muhammad Fachrizal di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (12/3/2018).

Tak berhenti disitu, sebelum menukar kartu ATM, terdakwa Fachrizal lebih dulu mengaku bahwa dirinya merupakan seorang pengusaha kaya yang hendak mengajak korban bekerja sama. Saat korban mulai tertarik, dari situlah terdakwa Fachrizal mulai menunjukkan keahlian tangannya. Secepat kilat, terdakwa Fachrizal langsung menukar ATM korban yang berisi saldo puluhan juta.

Pada sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan mengaku tidak bisa menghadirkan saksi korban. Kepada hakim Anne, jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya ini beralasan saksi korban tidak bisa hadir karena sedang sakit keras. “Saksi korban tidak bisa hadir, saya mohon agar keterangan saksi di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dibacakan,” kata jaksa Suparlan.

Perlu diketahui, setelah 15 tahun malang melintang di dunia penipuan, petualangan ketiga terdakwa akhirnya berakhir di tangan Satreskrim Polrestabes Surabaya. Tiga penipu asal Makassar itu dibekuk setelah terbukti menjadi pelaku penipuan dengan modus berpura-pura menjadi importir sejumlah komoditas di berbagai kota. Dari tangan para terdakwa usai ditangkap, polisi memamerkan barang bukti diantaranya, 9 handphone, 9 sim card, 12 kartu ATM milik para korban, dan 3 kartu ATM milik pelaku.

Menurut data Polrestabes Surabaya, rekam jejak kejahatan para terdakwa tercatat di sejumlah kota, seperti Jakarta, Bali, Makassar, dan Surabaya. Di Surabaya sendiri setidaknya sudah ada empat korban kejahatan atas perbuatan para terdakwa.

Aksi mereka yang terakhir tercatat di kawasan Ngagel Jaya Tengah, Gubeng. Mereka digerebek di sebuah hotel di kawasan tersebut setelah menipu Saldiman Riyadi, pengusaha asal Banjarmasin pada Desember 2017.

Sindikat ini sejatinya beranggotakan empat orang yang memiliki peran masing-masing. Yahya berperan sebagai pengusaha udang. Lantas, Fachrizal berpura-pura sebagai kontraktor asal Brunei. Nasir dan seorang buron lainnya yaitu IR berperan sebagai sopir para pelaku.

Bak pengusaha berduit, mereka menyewa apartemen, hotel, mobil, dan sejumlah barang pendukung lainnya agar para korbannya yakin. Atas perbuatannya, ketiga terdakwa dijerat dengan Pasal 378 KUHP Jo pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. (Arifan)

2,212 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan