KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Badan Legislasi DPR RI Pantau Pendidikan Kedokteran

Senin, 16/April/2018 16:50:36

MALANG (SurabayaPost.id) – Badan Legislasi DPR RI memantau Pendidikan Kedokteran terkait UU No. 20 Tahun 2013. Untuk itu rombongan Badan Legislasi DPR RI yang berjumlah 20 orang itu menggelar audiensi dengan Pemkot Malang.

Ketua rombongan Badan Legislasi DPR RI, Arif Wibowo mengatakan bila jumlah dokter di Indonesia tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Sehingga diperlukan pelayanan kedokteran yang humanis untuk kesehatan masyarakat.

Oleh karenanya, diperlukan seorang dokter yang berkompeten dan profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Itu sesuai kode etik yang telah ditetapkan.

Terkait hal itu, para pemangku kepentingan, seperti lembaga pendidikan program kedokteran maupun organisasi Ikatan Dokter Indonesia diharapkan mampu mencetak dokter yang handal dan humanis. Sebab jumlah dokter di Indonesia tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang ada.

Menurut data WHO 2015, di Indonesia, satu dokter harus melayani 5.000 penduduk. Sementara itu, di Malaysia 1: 1.000 dan Thailand 1:2.500.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Drs. Wasto, SH, MH mengaku tersanjung Kota Malang jadi tempat rujukan. Apalagi yang berkaitan dengan pelayanan medis khususnya dokter.

Dijelaskan dia bahwa untuk Kota Malang, berdasarkan data Dinas Kesehatan, rasio dokter dan warga di Kota Malang masih menunjukkan angka yang jauh, yakni 1 : 10.000 hingga 15.000. Sementara target rasio ideal 1 : 5.000.

Hal ini karena, adanya kesulitan dalam merekrut tenaga bantu dokter untuk menutupi kebutuhan tersebut. Namun Dinas Kesehatan tetap berupaya memperkecil jarak rasio tersebut dengan meningkatkan status pada pegawai tidak tetap dokter dan bidan diangkat menjadi ASN.

Pemerintah Kota Malang turut mendukung, “Oleh karena itu, melalui kegiatan pada hari ini, diharapkan dapat menjadi wahana komunikasi dan diskusi, guna menghasilkan sebuah kebijakan yang strategis dalam mengatasi permasalahan dan mempersiapkan mutu pendidikan kedokteran yang lebih baik yang berujung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” tegas Wasto. (Doddy Rizky)

148 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan