KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Dilema Pemkab Terhadap Wartawan Abal-abal

Senin, 16/April/2018 14:20:04
DISKUSI : Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban Rohman Ubaid didampingi Ketua RPS Khoirul Huda dan Ketua PWI Tuban Pipit Wibawanto. (Foto : teguh budi)

 

TUBAN – (SurabayaPost.id) – Praktik wartawan abal-abal sepertinya menjadi dilema tersendiri bagi Pemkab Tuban. Di satu sisi mereka dianggap sebagai mitra, di sisi lain rangkaian praktik penyimpangan profesi terjadi diantara mereka.

Dalam kondisi itulah dua organisasi wartawan di Tuban, Ronggolawe Pers Solidarity (RPS), dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) meradang. Mereka menyarankan agar Pemkab memberangus mereka, karena perilakunya tak lagi mencerminkan seorang jurnalis.

Ketua PWI Tuban, Pipit Wibawanto, menyatakan, sudah berulangkali pihaknya menerima pengaduan dari perangkat desa maupun intansi terkait dugaan pemerasan yang dilakukan para oknum tersebut. Mereka menakut-nakuti korbannya dengan ancaman akan dipublikasikan masalahnya, jika tak mau membayar dengan sejumlah uang.

Mereka acapkali mengaku sebagai anggota, atau mitra dari PWI Tuban. Setelah dicek di lapangan ternyata bukan anggota PWI.

“Tolong Pak Ubaid (Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban) untuk berfikir 1.000 kali menjadikan mereka mitra. Justru dikemudian hari akan memperburuk citra Pemkab, dan mencemarkan profesi kami sebagai wartawan yang benar,” tegas Pipit Wibawanto saat diskusi dalam Jumpa Pers Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban dengan Wartawan Kabupaten Tuban, di Tuban, Senin (16/4/2018).

Jumpa Pers yang dikemas dalam diskusi tersebut, diikuti Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Rohman Ubaid, didampingi Kasubag Pemberitaan Ike Rahmawati, Kasubag Protokol, dan sekitar 30 jurnalis yang tergabung dalam RPS dan PWI Tuban.

Segendang seirama diungkapkan, Ketua RPS Tuban, Khoirul Huda. Bagi RPS perang terhadap praktik wartawan Bodrek atau wartawan abal-abal sudah lama dilakukan RPS.

“Kalau kawan dari PWI sekitar dua minggu sekali menerima pengaduan warga terkait praktik memalukan dari jurnalis abal-abal, kami dari RPS justru hampir setiap minggu menerima keluhan dari perangkat desa, maupun instansional di Tuban,” kata Khoirul Huda.

Oleh sebab itu, tambah Khoirul Huda, pihaknya meminta Pemkab meninjau kembali kemitraan yang dilakukan dengan para oknum wartawan tersebut. RPS telah mengantongi data sebagaimana pengaduan warga.

Sedangkan wartawan senior di Tuban, Imam Suroso Hadi Prayitno menyatakan, sejatinya RPS dan PWI punya keinginan sama terkait maraknya praktik wartawan abal-abal di Tuban.

“Kami sama-sama ingin Tuban terbebas dari praktik wartawan abal-abal,” tegas wartawan gaek itu, sembari membeber data perilaku wartawan abal-abal yang ada padanya.

Menanggapi hal tersebut, Rohman Ubaid mengatakan, pihaknya menginginkan semua unsur pers sebagai mitra dari Pemkab Tuban. Konsep kemitraan itu dibangun, agar semua komponen masyarakat bisa mendapatkan informasi yang baik dan benar.

“Dalam kemitraan tentunya kami akan melakukan evaluasi. Termasuk juga kami meminta berbagai masukan, agar ke depan kemitraan yang kami bangun bisa lebih baik,” kata Rohman Ubaid yang baru kali pertama melakukan Jumpa Pers dengan Wartawan di Tuban tersebut.

Terkait itu pula, mantan Camat Jenu asal Kerek ini meminta, masukan dan data terkait dugaan praktik tak benar dari oknum wartawan tersebut. Selanjutnya akan dijadikan referensi untuk menata kemitraan dengan pers ke depan. (teguh budi)

1,471 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan