KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

DPRD Gresik : Potensi Wisata Pedesaan Butuh Regulasi dan BKK

Sabtu, 28/April/2018 21:41:55
Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Qolib bersama Kepala Desa Pangkahwetan Syaidullah Mahdi saat mengunjungi wisata kebun buah kelengkeng. (Foto : hanif/gresiknews)

GRESIK (SurabayaPost.id)-Wakil DPRD Gresik, Nur Qolib, saat mengunjungi wisata di Desa Pangkahwetan mengatakan, potensi wisata di pedesaan khususnya di Pangkahwetan cukup memiliki potensi. Potensi biasa akan menjadi luar biasa jika pemerintah Kabupaten Gresik peduli dengan keberadaanya. Karena selama ini tidak tersentuh oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Saya sudah mendapat gambaran setelah sampai Desa Pangkahwetan. Ada hal-hal yang perlu disiapkan desa dan daerah. Karena selama ini potensinya diabaikan,” kata Nur Qolib saat melakukan kunjungan wisata di Desa Pangkahwetan, Sabtu (28/4)

Yang dibutuhkan, lanjut Qolib, Pemkab perlu membantu secara regulasi. Khususnya dalam hal memberikan desa kesempatan yang cukup untuk memaksimalkan dana-dana yang sudah dipersiapkan pemerintah. Seperi Anggaran Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD) serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

“Pemerintah juga perlu mendukung infrastruktur yang belum ada. Diantaranya dana poros desa. Itu kewajiban daerah. Memang tidak sedikit jalan poros desa yang perlu diperbaiki dan ditata Pemda. Tetapi dari yang ada perlu skala diprioritaskan. Itu demi pengembangan wisata,” jelasnya.

Politisi PPP ini mengaku salut dan mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Pemdes Pangkahwetan dalam meningkatkan pendapatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Saya melihat Pak Kades (Syaiful Mahdi-Kepala Desa Pangkah Wetan) mempunyai pemikiran yang brilian. Karena yang dipikir adalah bagaimana masyarakat disini dapat memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Qolib.

Adanya big plan atau rencana besar yang dimiliki Pemdes Pangkahwetan serta kekompakan semua elemen masyarakat yang ada. Baik Kades, Kartar, nelayan maupun pedagang patut untuk ditiru desa-desa lain yang ada di Kabupaten Gresik.

“Saya berharap kades-kades yang lain juga meniru Kades Sandy, yakni berfikir positif dan memiliki keterbukaan hati untuk mengarap wisata secara bersama-sama,” harapnya.

Dalam kunjunganya bersama sejumlah wartawan Nur Qolib menyusuri sungai menggunakan perahu menuju Wisata Muara Bengawan Solo (MBS). Nampak ribuan pohon mangrove dan area jogging track, Wisata Suaka Burung. Wisatawan bisa santai memandang burung bangau dan menikmati keindahan alam.

Lalu wisatawan bisa bergeser menikmati kuliner khas pesisir, seperti rajungan, kepiting, sembilang, dukang dsb. Hingga Wisata petik buah, seperti rambutan, kelengkeng, nanas, jeruk dan nangka.

Banyaknya pilihan paket wisata dan keindahan wisata yang ditawarkan membuat wisatawan domestik maupun luar negeri berbondong-bondong datang. Bahkan, bulan lalu ada 100 wisatawan asal Negara Malaysia berkunjung ke wisata di Desa Pangkahwetan tersebut.

Diungkapkan Kepala Desa Pangkahwetan, Syaifullah Mahdi, ia mengaku gembira dengan banyaknya wisatawan yang datang di desanya, meski masih banyak fasilitas yang perlu dibuat atau ditambah.

“Jumlah perahu wisata masih terbatas dua buah. Jadi kalau banyak pengunjung kita sampai kewalahan untuk melayani. Selain itu, akses jalan juga perlu diperlebar. Supaya bus wisatawan bisa masuk ke lokasi wisata,” ungkap pria yang akrab disapa Lurah Sandy ini.

Menurut Sandy, masih kurangnya fasilitas tidak mungkin ditanggung oleh Pemerintah Desa sendiri. Untuk itu, dirinya berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Gresik supaya ikut andil membantu dan mendorong wisata yang ada di Pangkahwetan.

“Kami tentu mendukung langkah DPR agar pemerintah daerah ikut andil dan peduli terhadap wisata di desa. Karena dari wisata, pemerintah desa akan mendapatkan pemasukan, yang pada akhirnya menaikkan ekonomi maayarakat desa,” pungkasnya.

(uki/adv)

1,540 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan