KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Pemprov Jatim Diminta Segera Bangun Jembatan Kali Brantas Kertosono

Senin, 16/April/2018 10:50:33
Kondisi Jembatan Kali Brantas Kertosono saat ini. Penyangga jembatan terlihat bergeser dari posisi semula sehingga menyebabkan jembatan miring.

NGANJUK (surabayapost.id) – Pemprov Jatim diminta segera bangun jembatan penyeberangan Kali Brantas Kertosono yang rusak total sejak awal Februari 2018 lalu. Pasalnya selain sebagai penghubung antara Kediri dan Jombang, jembatan ini juga memiliki nilai historis tinggi.

Riswanto, Kordinator Forum Masyarakat Kertosono (Formaker) mengungkapkan, jembatan Kali Brantas Kertosono memiliki peran penting bagi warga di sekitar. Tak hanya masyarakat Kertosono, tapi juga masyarakat dari yang tinggal wilayah perbatasan Kabupaten Kediri dan Jombang dengan Kertosono, meskipun sudah ada jembatan baru yang difungsikan.

“Mereka banyak menggunakan jembatan lama untuk berbagai kepentingan, seperti berangkat sekolah, mendistribusikan barang ke pasar Kertosono,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Senin (16/4/2018).

Selain itu, jembatan lama ini memiliki nilai historis tinggi terkait perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajah Belanda. Oleh karena itu jembatan Kali Brantas Kertosono perlu dipertahankan keberadaannya. “Jangan sampai kehilangan bukti sejarah di Kertosono,” harapnya.

Harapan Riswanto tersebut disambut baik oleh DPRD Nganjuk. Heru Tatit Cahyono, Ketua Komisi III DPRD Nganjuk mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan pembangunan ulang dengan rencana desain jembatan yang sama ke Pemkab Nganjuk. Namun karena jembatan tersebut merupakan hak otoritas dari Pemprov Jatim, maka tidak bisa serta merta melakukan perencanaan proyek pembangunan. “Hanya bisa mengumpulkan ke Pemprov Jatim,” jelasnya.

Lebih jauh Tatit menjelaskan, pengusulan ke Pemprov Jatim ini sebenarnya sudah pernah disampaikan pada 2013 lalu. “Akan tapi usulan itu belum mendapat respon,” terangnya.

Perlu diketahui, saat ini kondisi kerusakan jembatan Kali Brantas Kertosono kian parah. Penyangga jembatan bagian tengah bergeser hampir 5 meter dari kedudukan semula, sehingga pihak kepolisian merekomendasi untuk menutup total. (Rony Kurniawan)

74 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan