KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Sanitasi 30 Ribu KK di Kota Malang Dinilai Tak Layak

Minggu, 15/April/2018 14:18:27
Kadinkes Kota Malang Dr dr Asih Tri Rachmi

MALANG (SurabayaPost.id) – Sanitasi masyarakat Kota Malang ternayata masih memprihatinkan. Sekitar 17 persen sanitasi warga dinilai Dinas Kesehatan Kota Malang belum layak.

Padahal sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan RI No. 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang tiap tahun menggelar penyuluhan stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) kepada masyarakat.

Hal itu diungkapkan Anwar Nuris seksi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Kota Malang saat mendampingi Kadinkes Dr dr Asih Tri Rachmi. MM. Dia mengatakan tujuan diselenggarakannya penyuluhan itu untuk mengedukasi masyarakat. Sehingga mereka menyadari pentingnya menjaga kesehatan dengan menggunakan jamban saat BAB.

“Kegiatannya seperti penyuluhan. Untuk mengedukasinya bahwa bahayanya itu kami melakukan dengan permainan diagram, ini bahaya bisa menular jadi contohnya seperti itu,” papar Anwar.

Dari data Dinkes Kota Malang, 17 persen masyarakat belum menerapkan sanitasi yang layak. Sedangkan 83 persen sisanya dibagi menjadi 3 kategori.

Di antaranya kategori Jamban Sehat Permanen (JSP). Jamban ini memiliki septic tank yang kedap air. Lalu Jamban Sehat Semi Permanen (JSSP), contoh: memiliki jamban di rumah namun septic tank belum kedap air.

“Jadi dia membuat lubang untuk BAB, biasanya dibilang cempluk dan lain sebagainya. Ini yang tidak memenuhi syarat,” tambahnya.

Terakhir, ada sharing yang merupakan pembagian septic tank dalam satu wilayah. “Misal satu RT itu punya jamban semua di rumahnya, tapi mereka hanya punya septic tank 1,” imbuhnya.

Untuk 17 persen atau setara dengan 30 ribu KK yang belum mempunyai sanitasi yang layak ini disebut Open Defigation (OD). Yakni yang masih melakukan BABS.

“Biasanya mereka BABS di sungai, tapi di Kota Malang sudah jarang ya hanya saja mereka mempunyai jamban tapi tidak memenuhi syarat. Ini yang belum memenuhi syarat sama sekali,” pungkasnya.

Untuk itu Dinkes mengimbau kepada masyarakat agar sadar akan bahaya penyakit. Hal itu jika terus menerus dibiarkanelakukan BABS. (Doddy Rizky)

89 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan