KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Sosok Ahmad Wanedi Dikenal Sangat “Loman”

Minggu, 15/April/2018 14:32:28

MALANG (SurabayaPost.id) – Syaiful islam tampaknya merupakan pendukung militan. Usai mengantarkan Calon wakil walikota Malang dari pasangan Ya’qud Ananda Gudban, Saiful Islam santai menunggu panggilan untuk dijemput kembali di sebuah warung kopi.

Tatkala di warung kopi, pria yang akrab di sapa Pak Pul ini mendengar beberapa warga sedang asik membicarakan blusukan Ahmad Wanedi di kelurahan Ciptomulyo. Tanpa memberitahu bahwa dirinya adalah sopir pribadi dari orang yang tengah dibicarakan mereka, Pak Pul ikut nimbrung dalam pembicaraan tersebut.

“Wah kalau itu pasti, dari perawakannya saja orangnya kelihatan sekali loman,” kata Pak Pul mempertegas pernyataan warga soal pribadi Wanedi

Singkat cerita, ia pun memperkenalkan dirinya kepada warga dan melanjutkan menceritakan bagaimana perlakuan bosnya selama 13 tahun terhadap anak-anak buahnya.

“Saya sudah ikut beliau dari 2005, jadi seperti apa beliau saya tahu luar dalam,” katanya terbahak

Warga yang mendengar seolah dibuat penasaran dengan sosok pria yang kerap mengenakan baju merah saat kampanye. Tiba-tiba dari sisi kanan ada yang menyelutuk bertanya “Orangnya seperti apa pak?”

“Ya seperti itu” sambung Pul. “Shalat! Itu pasti dilakukan,” ucapnya

Mau dimana pun ketika sudah waktunya untuk sembahyang, calon wakil walikota Malang nomor urut 1 itu pasti akan meminta untuk shalat. “Sudah menjadi kebiasaan bapak,” katanya

Perlakuan Wanedi kepada karyawannya lanjutnya bukan seperti seorang bos kepada bawahan tetapi seperti seorang ayah kepada anaknya.

“Bapak itu kalau kamu benar ya akan dia puji, tapi kamu salah akan dia beritahu salah kamu dimana, orangnya tidak sembarang marah,” jelasnya

Meskipun begitu, ia sampaikan bahwa ada dua hal yang tidak disukai oleh bosnya. Pertama adalah orang yang tidak jujur dan kedua yakni orang yang tidak bertanggung jawab.

“Bapak itu kalau kamu tidak tahu, ya bilang tidak tahu jangan sok tahu. Kalau diberi tugas harus diselesaikan,” ucapnya

Kepada warga, Pak Pul juga berbagi cerita lucu ketika bertugas bersama bosnya ke luar kota. Salah satu pengalaman yang menarik adalah ketika mengantarkan bosnya ke Jember.

“Kalau keluar kota, Bapak itu tiap tiga jam sekali pasti harus makan. Waktu itu kita di Jember hampir 12 jam lebih, bayangkan saya diberi makan sama bapak sampai perut gak bisa nampung lagi,” ucap terbahak. “Waktu pulang celana akhirnya saya longgarkan, lanjutnya

Tapi yang membuat ia kagum dengan Wanedi adalah tidak pernah meninggalkan puasa Senin dan Kamis. “Tapi kalau puasa bapak selalu rajin. beliau puasa padahal lagi blusukan,” ucapnya salut

Belum selesai menceritakan semua kisahnya bersama Wanedi, tiba-tiba handphone-nya berbunyi pertanda blusukan telah selesai dan harus dijemput kembali. Setelah menjawab panggilan masuk, Pak Pul pamit meninggalkan warga.

“Salamkan salam dari warga Mulyorejo untuk bapak pak, kami pasti dukung,” teriak salah satu warga. (Cholil).

81 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan