KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Wabup Mojokerto : Shalat Lima Waktu Ibarat Senjata Menjaga Diri Dari Perbuatan Tercela

Senin, 16/April/2018 8:52:35
Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat memberikan ceramah di acara Isra Miraj 1439 Hijriyah

MOJOKERTO (SurabayaPost.id) – Mengenang memperingati perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram, Mekkah ke Masjidil Aqsa, Palestina dan kemudian menuju ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh pada malam hari yang lebih dikenal hari Isra Miraj. Pada acara puncak hari Isra Miraj 1439 Hijriyah tahun 2018 tersebut, Pemkab Mojokerto memperingatinya di Pendopo Graha Majatama, Kamis (12/4/2018).

Pada acara puncak, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi berpesan bahwa dengan Shalat wajib lima waktu merupakan senjata yang ampuh menjaga diri dari perbuatan tercela. Maka hendaknya menjaga kewajiban tersebut dengan terus mengasahnya.

“Shalat wajib 5 waktu ibarat senjata bagi diri kita. Dari Subuh hingga bekerja, siang bertemu Dzhuhur, Ashar dipertemukan lagi dengan Shalat, hingga waktu Maghrib dan Isya. Semestinya hal tersebut membuat kita bahkan tidak sempat untuk perbuatan tercela. Karena setiap saat dan tarikan napas, kita senantiasa menjaga wudhu dan tidak pernah jauh-jauh dari Allah. Maka hendaknya kita semua senantiasa ‘mengasah’ senjata yakni, dengan kata lain menjaga Shalat wajib lima waktu kita,” ungkap Pungkasiadi didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Herry Soewito.

Isra Miraj sendiri merupakan dua bagian peristiwa penting bagi umat Islam yang berbeda dari perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dalam waktu semalam mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu.

Dalam Isra, Nabi Muhammad SAW ‘diberangkatkan’ oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Mekkah hingga Masjidil Aqsa di Palestina. Lalu dalam Mi’raj yakni Nabi Muhammad SAW dinaikan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi dan disitulah beliau mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk menunaikan Shalat lima waktu.

Pada kesempatan tersebut, para tamu undangan juga mendapatkan siraman rohani dari KH. Mughni Wahab yang menyampaikan 3 hal pending yang harus ada dalam diri tiap manusia yakni Imam, Ilmu dan Amal. Ketiganya wajib berjalan dengan seimbang dan serasi.

“Dalam Islam antara Imam, Ilmu dan Amal terdapat hubungan yang terintegrasi ke dalam agama Islam. Imam berorientasi terhadap rukun iman yang enam. Sedangkan ilmu dan amal berorientasi pada rukun Islam yaitu tentang tata cara ibadah dan pengamalanya. Meskipun hal yang pending menentukan adalah iman, tetapi tanpa integritas ilmu dan amal dalam perilaku kehidupan Muslim maka keislaman seorang muslim menjadi kurang sempurna,” tutur KH. Mughni. (Wisnu Joedha)

65 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan