KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Zainuddin Beber Kronologis Bukunya yang Dituduh Hasil Plagiat

Minggu, 15/April/2018 20:28:45
WR 1 UIN Maliki Malang, DR HM Zainuddin (kiri) nersama Rektor UIN Maliki Malang Prof DR Abdul Haris MAg kala memberikan klarifikasi terkait tudingan plagiat.

MALANG (SurabayaPost.id) – Pembantu Rektor (PR) 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Dr HM Zainuddin akhirnya membeberkan pembuatan bukunya yang dituding hasil plagiarisme. Dia memberikan klarifikasi sekaligus menceritakan kronologis terkait bukunya itu, Sabtu (15/4/2018).

Zainuddin menceritakan bahwa bukunya berjudul Paradigma Pendidikan Terpadu: Menyiapkan Generasi Ulul Albab. Menurut dia, buku itu ditulis dengan semangat menyosialisasikan ide integrasi ilmu dan agama dan tarbiyah Ulul Albab yang dikembangkan di UIN Maliki.

Lantas dia intens berdiskusi dengan Prof Imam Suprayogo yang saat itu menjabat sebagai Rektor UIN Maliki. “Hingga suatu ketika saya diminta beliau untuk terus menyuarakan dua tema besar itu,” tutur dia.

Kerjasama itu, lanjut Zainuddin, terus berlangsung. Bahkan Prof Imam sempat memberi kata pengantar buku yang dia tulis. Buku itu berjudul Kesalihan Sosial Vs Normatif yang meneliti kerukunan umat beragama di Sitiarjo, Kabupaten Malang.

Setelah itu dia menulis buku Paradigma Pendidikan Terpadu: Menyiapkan Generasi Ulul Albab yang diterbitkan pertama kali UIN Press pada 2008. Saat itu Zainuddin menjabat sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik di Fakultas Tarbiyah.

“Dalam buku itu, pada Bab V saya memasukkan tulisan beliau dari makalah yang beliau tulis dan dari naskah yang saya edit dengan saudara In’am Esha dalam buku berjudul Horizon Baru Pengembangan Pendidikan Islam yang terbit pada 2004,” imbuhnya.

Pada Bab V itu diberi judul Pendidikan Terpadu Mazhab UIN Malang dengan catatan kaki bertuliskan: “Naskah pada bab ini diadaptasi dari konsep integrasi ilmu dan agama yang ditulis oleh Prof Imam Suprayogo Rektor UIN Malang”. “Karena adaptasi, itu saya maknai sebagai pandangan umum (grand ideas) beliau terkait dengan konsep integrasi ilmu dan ilmu dimaksud,” urai Zainuddin.

Zainuddin mengakui di dalam daftar pustaka memang tidak disebutkan nama Prof Imam. Hal itu dilakukan karena nama Prof Imam sudah dimasukkan ke dalam buku berjudul Horizon Baru Pengembangan Pendidikan Islam yang diterbitkan UIN Press pada 2004. Buku Horizon Baru Pengembangan Pendidikan Islam itu sendiri masuk dalam daftar pustaka dari buku berjudul Paradigma Pendidikan Terpadu: Menyiapkan Generasi Ulul Albab.

Apalagi, kata dia, naskah Prof Imam itu sudah dimasukkan dalam buku yang diedit dari hasil seminar oleh beberapa narasumber. “Di antaranya Prof Imam sendiri,” paparnya.

Kata Zainuddin, saat itu hubungannya dengan Prof Imam sangat baik dan harmonis. Hingga pada 2013 ia menjadi PR 1 dengan rektor Prof Mudjia Raharjo.

Namun, pada akhir 2016 menjelang akhir jabatannya sebagai PR 1, ada perbedaan pendapat dengan Prof Imam tentang World Class University. Perbedaan itu terjadi saat kedatangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ke kampus UIN Maliki Malang

“Pada saat itulah hubungan kami berdua tidak seperti sebelumnya. Pada tahun 2016 itu pula mencuat berita tentang plagiasi. Saya terkejut, kenapa muncul berita itu setelah delapan tahun berlalu?” tanya Zainuddin.

Di saat pemberitaan itu santer, Zainuddin lantas menemui Prof Imam untuk memberikan klarifikasi. Menurut Zainuddin, ternyata Prof Imam saat itu justru marah-marah dan menganggapnya maling.

“Dan segala macam perkataan yang tidak pantas didengar dari seorang akademisi bergelar profesor dan mantan Rektor UIN Malang. Tetapi dalam kemaslahatan saya tetap meminta maaf secara lisan,” lanjutnya.

Namun, terang dia, ternyata permintaan maaf secara lisan itu tidak cukup. Prof Imam meminta agar menuliskan permintaan maaf secara tertulis.

Permintaan itu, kata Zainuddin juga dituruti. Permintaan maaf itu kata dia bukan soal plagiarisme, melainkan hubungan antara senior dan juniornya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya kasus dugaan plagiat ini merupakan mendapat perhatian dari berbagai pihak. Di antaranya Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristekdikti, Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc PhD dan Dirjen Pendis Kemenag, Prof DR Kamaruddin Amin. TTermasuk Rektor UIN Maliki Malang Prof DR Abdul Haris.

Itu karena, Wakil Rektor 1 UIN Maliki Malang, DR HM Zainuddin diadukan ke polisi. Pengadunya adalah Ketua Presidium Forum Independen Masyarakat Malang Raya (FIMM), Subaryo.

IMG-20180406-WA0037
IMG-20180406-WA0036

Pengaduan tertanggal 5 Januari 2018 lalu itu menyebutkan bila HM Zainuddin diduga melakukan plagiat (plagiarisme). Plagiarisme itu terkait bukunya yang berjudul Paradigma Pendidikan Terpadu Menyiapkan Generasi Ulul Albab.

Buku yang ditengarai juga diajukan untuk kenaikan pangkat lewat Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristekdikti tersebut terindikasi menjiplak isi dari buku karya mantan Rektor UIN Maliki Malang Prof Imam Suprayogo. Buku Prof Imam itu berjudul Paradigma Pengembangan Keilmuan di Perguruan Tinggi.

HM Zainuddin pun sudah membuat surat permohonan maaf kepada Imam Suprayogo. Surat tertanggal 30 November 2016 itu isinya tentang pengakuan atas plagiasi. (Cholil, AH)

326 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan