KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Tampar Warganya, Oknum Kades Diganjar 2 Bulan Kurungan

Rabu, 30/Mei/2018 17:47:16
Sukriyono

BOJONEGORO (SurabayaPost.id) – Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro menggelar sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) atas nama Sukriyono (48), Kepala Desa Bubulan, Kecamatan Bubulan, Bojonegoro, Rabu (30/05/2018).

Kades Sukriyono dihadapkan ke meja hijau karena terbukti secara sah menampar wajah salah satu warganya, Wiwin Indrayanti (48).

Saat itu korban mengantarkan Joko Waluyo untuk minta tanda tangan legalisir surat keterangan kematian orang tuanya ke rumah pada Rabu (16/05/2018), sekitar pukul 18.00 WIB.

Selanjutnya mereka berdua diterima oleh istri terdakwa Rumiyati (35), lalu istri terdakwa mempersilahkan duduk keduanya di ruang tamu rumah terdakwa. Tak lama berselang, terdakwa menemui mereka berdua, lalu korban menyampaikan maksud dan tujuannya kepada terdakwa.

“Pak Kades kedatangan saya kesini mengantar mas Joko mau minta legalisir surat keterangan kematian bapaknya. Tapi terus terang mas Joko anak yatim ga bisa kasih apa- apa,” terangnya.

Setelah itu terdakwa langsung membuatkan surat dan langsung menandatanganinya.

Setelah persoalan surat selesai, selanjutnya antara terdakwa, istri terdakwa, Joko serta korban ngobrol.

Tiba tiba antara terdakwa dan istrinya terlibat percekcokan. Diduga penyebabnya adalah masalah perselingkuhan terdakwa dengan wanita lain. Karena suasananya mulai memanas, korban berusaha melerai keduanya.

Setelah dirasa suasana sudah mereda, korban berpamitan untuk pulang. 

“Pada saat saya minta pamit, Pak Kades menampar pipi saya serta menarik rambut saya dan memaki- maki saya dengan kata kurang ajar, jangan sok suci,.kamu ini dirumah saya kamu datang kesini istriku jadi emosi,” terangnya dihadapan Majelis Hakim.

Sidang yang dipimpin Hakim tunggal Haries Suharman Lubis menyatakan terdakwa Sukriyono bin Makiran terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ringan melanggar pasal 352 ayat (1) KUHP dan Undang -Undang 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang-undangan.

Selanjutnya Majelis Hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa 2 (dua) bulan, dan 4 bulan masa percobaan, serta membebankan biaya perkara Rp 2000 kepada terdakwa.

Usai sidang terdakwa menerima putusan Hakim dan tidak melakukan banding.

(ndo/Jun)

703 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan