KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

MeNaWan Berkomitmen Jalan Berlubang Tuntas Setahun

Minggu, 10/Juni/2018 18:15:15

MALANG (SurabayaPost.id) – Kondisi jalan berlubang di Kota Malang kian memprihatinkan. Masyarakat, sering mengeluhkan hal tersebut. Pasalnya, kondisi itu dianggap membahayakan para pengguna jalan dan warga setempat.

Calon Wakil Wali Kota Malang, H. Ahmad Wanedi dalam sejumlah blusukkan ke titik-titik masyarakat hampir menemukan keluhan perihal jalan berlubang. Pada beberapa titik, kondisinya makin parah dan seakan tak mendapat perhatian dari pemerintah.

“Jalan berlubang ini masalah utama yang harus diselesaikan. Saya sudah berkomitmen akan menuntaskan semua jalan berlubang yang ada di Kota Malang dalam waktu satu tahun,” ucap H. Ahmad Wanedi.

Berdasarkan data dari Pemkot Malang, panjang jalan yang di wilayah Kota Malang mencapai 1.221,29 kilometer dan diklaim kondisi jalan yang baik sudah mencapai 1.037,59 kilometer. Artinya, dari data tersebut, masih ada ratusan kilometer jalan yang kondisinya masih belum baik dan membutuhkan penanangan secara menyeluruh.

Jika mengaca pada data tahun 2017, Dinas PUPR Kota Malang, menyebut jika perbaikan jalan yang sudah dikerjakan adalah sepanjang 124,887 kilometer dengan rincian pembangunan sepanjang 47,194 kilometer dan pemeliharaan sepanjang 77,693 kilometer. Karenanya, untuk menutup jalan berlubang hanya dimasukkan anggaran 77,693 kilometer, padahal kondisi jalan yang masih rusak ratusan kilometer.

“Dari data-data itu tentu butuh political will atau kemauan dari pemerintah kota untuk menutup jalan berlubang,” tukasnya.

Wanedi menyebut ada beberapa faktor kenapa jalan berlubang ini cukup lama penanganannya. Pertama, yakni faktor komitmen dari pemerintah kota untuk menutup jalan berlubang yang banyak menimbulkan korban. “Komitmen pasangan Menawan sudah jelas, bahwa jalan berlubang akan kami atasi dalam waktu satu tahun dengan perhitungan yang telah kami sediakan dengan melibatkan dari berbagai tim ahli, saya selaku kontraktor juga punya pengalaman teknis bagaimana menyelesaikannya dengan cepat,” urainya.

Faktor kedua, lanjut Wanedi, hingga saat ini Pemkot Malang belum memiliki data base yang akurat terkait dengan titik dimana saja jalan berlubang yang ada di Kota Malang. Salah satu kelemahan yang perlu untuk ditutup pada masa mendatang adalah menambah pegawai di lapangan untuk melakukan pengecekan dan laporan jalan berlubang.

“Bahkan, dalam era digital seperti ini warga bisa langsung melapor kepada pemerintah untuk dilakukan aksi penanganan jalan berlubang kurang dari 24 jam misalnya. Sehingga jika kita memiliki data jalan berlubang by adress dengan valid dan terukur maka kita bisa menentukan sejauh mana strategi yang harus kita hadapi untuk penanangannya,” urainya.

Faktor ketiga, adalah terkait permasalahan teknis. Menurut Wanedi jika banyak dikatakan aspal selalu kalah dengan genangan air dan hujan, maka tentu harus ditinjau bagaimana kualitasnya.

“Banyak sekali aduan yang masuk kepada kita, jalan berlubang baru saja ditambal tetapi sudah lubang lagi dan itu tidak di satu atau dua titik tapi ada banyak keluhan. Faktor teknis ini perlu kita benahi bersama, perlu ada pengawasan. Pengalaman saya di dunia konstruksi akan saya terapkan untuk melakukan pengawasan di lapangan terkait memantau kualitas aspal yang digunakan untuk penanganan jalan berlubang. Ada berbagai kiat dan teknik tersendiri untuk melakukan hal itu,” pungkasnya.

(ahi/ah)

99 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan