KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Takmir Bersama Kapolres Deklarasi Anti-Politisasi Tempat Ibadah

Selasa, 12/Juni/2018 11:54:37

MALANG (SurabayaPost.id) – Para takmir masjid di Kota Malang melakukan deklerasi Anti-Politisasi tempat ibadah. Deklarasi itu dilakukan bersama Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK, di Mapolres Malang Kota, Senin (11/6/2018).

Mereka menegaskan bila tempat ibadah, salah satu tempat yang steril dan terlarang untuk kegiatan kampanye. Sehings peran takmir masjid dinilai sangat penting untuk menjaga upaya politisasi.

Jika itu terjadi, kata Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri tentu pihak Kepolisian tidak segan mengambil tindakan tegas. “Jadi sikap polisi jelas yaitu tegas,” kata Asfuri di hadapan ratusan takmir masjid anggota Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang di Masjid Sabilillah, Jl. A.Yani, Kecamatan Blimbing.

“Para takmir masjid bersama-sama untuk membentengi agar masjidnya tidak digunakan untuk tempat politik dan tempat kampanye. Itu demi menjaga agar Kota Malang tetap kpndusif,” tutur Asfuri.

Menurutnya, politisasi tempat ibadah merupakan pelanggaran dalam aturan kampanye. Ia menyerukan, agar takmir masjid melakukan penolakan terhadap semua ceramah yang berbau politis. Tidak hanya di situ, mantan Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat ini meminta, agar takmir waspada terhadap aliran radikal.

Di saat yang sama, disepakati juga sebuah bersama, bahwa takmir siap menjaga fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah, dakwah serta gerakan sosial. Takmir menyerukan pemakmuran masjid dan pusat ajaran islam rahmatan lil alamin.

Takmir siap menjaga suasana harmonis umat dan melindungi perbedaan di masyarakat dengan ukhuwah dan damai. Takmir menolak semua ceramah provokatif, dan kegiatan politik praktis dalam masjid.

“Takmir menolak penyebaran dan ajaran radikal yang merusak sendi perdamaian masyarakat dan bertentangan dengan ideologi pancasila. NKRI dan Pancasila adalah harga final,” lanjut Kapolresta.

Peran takmir sangat penting. Mereka dinidinilai ada di garis depan untuk menolak semua kegiatan yang mengarah kepada radikalisme dan provokatif

(lil/ah)

75 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan