KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Warga Malang Rela Antri Sejak Jam 04.00 Demi Tukar Uang Pecahan

Minggu, 10/Juni/2018 4:57:22
Warga antri untuk menukarkan uang pecahan di halaman masjid Agung Baiturrahman Malang

MALANG (SurabayaPost.id) – Hari Raya Idul Fitri identik dengan bagi-bagi uang ke sanak keluarga. Tidak salah, jika di jalan-jalan bertebaran jasa penukaran uang pecahan, mulai Rp 1000, Rp 2000, Rp 5000, Rp 10.000, dan Rp 20.000.

Di Kabupaten Malang, Jawa Timur, jasa penukaran uang mendapat antusiasme tinggi. Bahkan, sejak pukul 04.00 WIB, ada yang sudah antri demi mendapatkan uang pecahan. Kondisi itu tampak di halaman Masjid Agung Baiturrahman, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Cara antrinya juga terbilang tertib. Mereka membuat nomor antrian sendiri yang ditulis di atas kertas, lalu ditaruh di titik tempat mobil bank yang akan digunakan sebagai jasa penukaran uang. Supaya tidak hilang, nomor antrian itu diletakkan bersamaan dengan sandal, helm, ada pula tas.

Dari pantauan SurabayaPost.id pada Jumat (8/6/2018), sampai pukul 06.00 WIB, antrian sudah mencapai nomor 105.

“Sejak pagi jam 04.00 sudah ada yang menaruh nomor urut. Ini hari terakhir bank buka, jadi antrian sudah banyak meski pagi,” kata Imam, salah satu yang turut antri di lokasi tersebut.

Imam yang datang sejak jam 05.40 ini mendapatkan nomor urut 83. Masyarakat yang datang dengan sendirinya akan menulis antrian sendiri. Penulisan nomor urut itu, kata Imam, atas inisiatif warga supaya tidak terjadi rebutan antrian atau gaduh.

“Sejak awal, inisiatif warga menulis nomor urut sendiri. Disini juga tidak ada petugas atau panitia yang mengarahkan antrian,” jelas Imam, yang akan menukar uang pecahan Rp2000 dan Rp 5000 senilai Rp 2 juta.

Imam melanjutkan, meski warga datang di pagi buta, tapi jam operasional bank untuk melayani penukaran di halaman Masjid Agung Baiturrahman tetap jam 08.30 WIB. Bank yang melayani ialah bank jatim Dan BNI. Baru bank berikutnya yang akan datang siang hari ialah BNI.

“Ada bank yang membatasi penukaran, karena alokasinya sekitar Rp 100 juta,” pungkas Imam.

(Jun/rls)

108 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan