KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Cabulin Ponakan, Sang Paman Terpaksa Masuk Bui

Rabu, 11/Juli/2018 20:47:38
Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman saat menyampaikan pres rilis dua kasus pemcabulan di Mapolres Sampang

SAMPANG (SurabayaPost.id) – Entah setan mana yang merasuki RD (30), warga Desa Burung Gagah, Kecamatan Tambelangan, Sampang, hingga tega mencabuli IJ (17) yang masih ponakannya sendiri. Sehingga ayah korban Ahmad Sayuti melaporkan perbuatan bejat tersangka ke Polisi.

Menurut keterangan Kapolres Sampang, AKBP Budhi Wardiman, korban menginap di rumah istri tersangka, kemudian korban di antar tersangka pulang ke rumah neneknya di Desa Mambulu Barat, Kec. Tambelangan.

Namun di tengah jalan tiba-tiba tersangka berupaya mencabuli korban di semak-semak dengan cara di tampar dan didorong hingga terjadi kasus pencabulan tersebut.

“Tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat 1 Undang-undang RI No. 17/2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1/2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No. 23/2002 Tentang Perlindungan Anak,” jelas Kapolres Budhi, Rabu (11/7/2018).

Lebih lanjut Budhi menyatakan, ancaman pidana penjara sesuai dengan ketentuan pasal tersebut, minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dengan denda Rp 15 miliar.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres juga merilis kasus pemerkosaan gadis dibawah korban inisial MH, warga Dusun Tangkat Utara, Desa Pajeruan, Kec. Kedungdung.

Dengan tersangka IM (20) asal Dusun Langpanggang, Desa Batuporo Barat, Kec. Kedungdung, namun pasca kejadian pada 1 Juli lalu tersangka sempat melarikan diri hingga akhirnya berhasil ditangkap di Bekasi.

“Berkat informasi dari warga, kita berhasil meringkus tersangka di wilayah Bekasi. Pasal yang kita kenakan sama dengan kasus pencabulan di Kecamatan Tambelangan, yakni pasal 81 ayat 1 Undang-undang RI No. 17/2016, serta ancaman hukumannya juga sama,” tandasnya.

(Rud/Jun)

87 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan