KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Destinasi Wisata Kebat Kota Batu Diyakini Jadi Favorit Wisatawan Mancanegara

Minggu, 8/Juli/2018 12:15:52

BATU (SurabayaPost.id) – Wahana wisata alam, Kampung Edukasi Budaya Alam dan Tradisi (KEBAT) di Jalan Raya Cendana, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, diyakini bakal menjadi jujukan favorit para wisatawan dari mancanegara. Hal itu dikatakan penanggung jawab, sekaligus konseptor destinasi wisata Kebat, Sunarto, Sabtu (7/7/2018).

Alasannya, destinasi wisata alam dengan sebutan KEBAT tersebut memiliki “menu” wisata yang aduhai. Apalagi kawasan wisata seluas 5 hektar itu berdampingan dengan Sungai Brantas.

Destinasi wisata ini selain menawarkan keindahan alam, juga menyajikan wisata edukasi budaya dan tradisi. Termasuk juga wisata kuliner tempo dulu.

Kawasan wista tersebut berada di Bukit Cendana. Tak hanya itu, destinasi wisata yang baru itu juga dipenuhi pernak pernik dan ornamen-ornamen yang identik dengan tradisi Jawa.

Semua pernak pernik itu mengandung arti dan makna tersendiri. Sehingga memiliki nilai edukasi terkait budaya dan tradisi.

“Ya, memang konsep alam yang kami jual kepada wisatawan dari macanegara. Sebab, pernak pernik yang kami pajang mengandung makna dan cerita tentang kehidupan kita. Jadi, Anak cucu kita kalau bisa mengatakan kopi, jangan pernah mengatakan caffe,” kata Sunarto memberikan analog.

Untuk itu, jelas Sunarto, semua tumbuhan yang ada di area KEBAT nantinya bakal diperjelas nama dan jenis tumbuhannya satu persatu. Itu pun menggunakan Bahasa Jawa dan Lattin.

Selain itu, lanjut dia, edukasi terkait sayuran lengkap dengan tata cara bercocok tanamnya yang benar. Sayur mayur itu dari berbagai jenis. “Cara bercokol tanamnya juga bakal dipraktekkan di KEBAT,” papar dia.

Dengan begitu, kata Sunarto, wahana KEBAT itu akan terlihat alami dan asli Bukan karena buatan. Makanya, tutur dia, akan diberi tulisan larangan.

IMG-20180707-WA0021

Larangan itu kata dia bisa tertulis, “Anda Masuk di Kawasan Konservasi. Anda dilarang berburu hewan dan merusak tanaman.”

Selain menu wisata edukasi alam, budaya dan tradisi, menurut Sunarto ada menu kuliner di kawasan Wisata KEBAT. Menu wisata kuliner itu menyuguhkan makanan tempo dulu.

Dia sebutkan seperti nasihat jagung, nasi empok, ikan asin, pepesan dan lainnya. “Cara memasaknya pun nanti menggunakan pawon yang bahan bakarnya dari kayu,” terang dia.

Menurut dia, konsep seperti itu dibuat supaya anak cucu nanti tidak menghilangkan budaya- budaya tempo dulu. “Sehingga ketika anak- anak cucu saya masih bisa mengatakan kopi, ya jangan mengatakan cafe lah,” serunya.

Tak hanya sebatas itu, Sunarto juga menjelaskan bila KEBAT menyediakan tempat ritual khusus di Pesarean Mbah Sholeman. Untuk itu akan dibangun taman Tarup Agung di area tersebut.

“Ya, kami tetap mensyukuri meski wahana KEBAT ini baru dibuka sudah ada ratusan wisatawan dari mancanegara. Mereka dari Australia dan Belanda. Mereka cukup dengan Rp 10 ribu rupiah sudah bisa menikmati wahana wisata KEBAT ini,” urainya.

Karena itu, konsep wahana wisata KEBAT ini mendapat apresiasi dari Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono. Menurutnya, dengan mengambil konsep alam yang nyata, dan belum bercampur tangan untuk direkayasa, Wisata KEBAT bakal menjadi jujukan wisatawan asing.

“Destinasi wisata KEBAT yang mengambil konsep alam merupakan ide jenius. Itu patut diapresiasi,” puji Imam Suryono.

Menurut dia, bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu bakal semakin banyak pilihan wahana wisata. Dia pun yakin para wisatawan akan semakin banyak yang berkunjung ke Kota Wisata Batu.

Semua itu menurut dia karena tangan-tangan dingin dan kreatifitas warga Kota Wisata Batu yang luar biasa. hal itu kata dia, jelas bakal mendongkrak kemajuan wisata Batu semakin bertambah pesat.

“Dan dunia akan mengamini bahwa Kota Batu merupakan kota wisata yang luar biasa. Tentu hal itu sesuai dengan apa yang menjadi visi dan misi Wali Kota Batu, Ibu Dewanti Rumpoko,” pungkasnya.

(gus/ah)

604 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan