KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

FWKKP Ajak Warga Muharto Hidup Sehat

Kamis, 12/Juli/2018 0:40:38

MALANG (SurabayaPost.id) Ribuan pelajar ikut Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka (FWKKP). Mereka melakukan aksi untuk mengajak warga Muharto, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang untuk hidup sehat.

Untuk itu mereka melakukan aksi bersih-bersih dan pengecatan rumah warga. Sehingga rumah warga di kawasan Muharto menjadi warna-warni.

Misalnya perumahan warga di wilayah RT 02/RW 06 Kelurahan Kota Lama, Kota Malang. Para pelajar hak hanya hidup bersama warga namun juga mengecat rumah warga.

Seperti yang dilajuka Wawan, anak pejabat Pemprov Jatim. Dia beramal ribuan temannya berbaur dengan warga dan ikut mengecat rumah warga.

Dia merupakan Pramuka Kwarda Jawa Timur zona 3 Malang Raya. Bersama kelompoknya dia melakukan pengecatan di tembok-tembok rumah warga. Mereka juga membantu membersihkan sampah di lingkungan sekitarnya.

“Dalam kegiatan ini kami diminta bekerja tim, 10 orang mengerjakan pengecatan di satu distrik atau sekitar 14 rumah warga,” urai Rizka Febry Rahayu, peserta asal Dewan Kerja Ranting (DKR) Pagak.

Bahkan selama berkegiatan, pramuka-pramuka zaman now atau kekinian itu tak lagi mendirikan tenda. Mereka menginap di rumah-rumah penduduk setempat. Seperti di rumah Sumadi, rumah nomor 55 RT 2 RW 6 Kelurahan Kota Lama itu tampak ramai saat para anggota Pramuka itu melakukan pengecatan. “Di rumah saya ada enam orang. Mereka di sini kan diminta menghias kampung dengan cat warna-warni. Anaknya juga baik-baik, sopan,” ungkap Sumadi.

Sementara Ketua Pelaksana FWKKP Zona 3 Malang Raya, Beny Setya Putra mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut melibatkan Pramuka dari tiga daerah yakni Kota dan Kabupaten Malang serta Kota Batu. “Ini tahun kedua, dan di Jawa Timur dilakukan di 11 zona secara bertahap. Zona pertama yang melaksanakan festival adalah Surabaya, lalu Bondowoso diikuti Malang, nanti baru Tuban dan zona lain,” paparnya.

Lebih jauh dikatakannya bahwa pramuka yang terlibat, lanjut Beny, merupakan anggota Penegak atau dari jenjang SMA/SMK. Menurutnya, kegiatan hari pertama selain pembukaan diisi dengan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan materi tentang kemananan makanan konsumsi dari BPOM. “Nah, materi itu kami minta disosialisasikan ulang ke masyarakat di Muharto ini. Terutama di rumah-rumah warga yang menjadi tempat menginap peserta,” katanya.

Rencananya, sebanyak 130 rumah warga di tiga rukun tetangga bakal disulap menjadi lebih berwarna. Yakni di lingkungan RT 1, 2, dan 3 RW 06 Kelurahan Kota Lama. “Kenapa dipilih kawasan Muharto, pertama memang karena diarahkan Pemkot Malang. Selain itu tempatnya berbukit, jadi kalau sudah selesai nanti bagus dijadikan background foto,” tegsnya.

Alasan lain Beny, Muharto merupakan salah satu pemukiman paling padat di Kota Malang. Selain itu, masih ada citra negatif yang disematkan sebagian masyarakat.

Selama ini Muharto kerap dihubungkan dengan kondisi kumuh, termarjinalkan dan sarat tindak kriminalitas. “Kehadiran Pramuka di sini diharapkan dapat menyentuh masyarakat secara langsung untuk perlahan-lahan mengubah perilaku. Mulai dari kebersihan dan pola hidup sehat terlebih dahulu,” tandasnya.

(drz/ah)

71 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan