KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Henry J Gunawan Sakit, Pelimpahan Tahap Dua Ditunda

Senin, 9/Juli/2018 19:01:28
Henry J Gunawan terlihat tak berdaya karena sakit saat berada di mobil ambulance.

SURABAYA (SurabayaPost.id) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya memutuskan untuk menunda proses pelimpahan tahap dua dengan tersangka Henry J Gunawan. Pasalnya, Direktur Utama PT Gala Bumi Perkasa (GBP) ini tengah dalam kondisi sakit.

Henry tiba di kantor Kejari Surabaya yang berlokasi di Jalan Raya Sukomanunggal Jaya sekitar pukul 14.00 WIB pada Senin (9/7/2018). Bos Pasar Turi ini tiba dengan menggunakan ambulance milik Internasional Hospital Surabaya.

Sesuai jadwal Henry dibawa ke kantor Kejari Surabaya untuk menjalani pelimpahan tahap dua dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pelimpahan ini dilakukan usai jaksa penuntut umum menyatakan berkas perkara kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan tersangka Henry telah P21 alias sempurna.

Namun setelah melakukan kordinasi dengan penyidik, akhirnya jaksa penuntut umum memutuskan untuk menunda pelimpahan tahap dua. Penundaan lantaran Henry saat ini tengah mengalami sakit.

Sementara itu, Didik Adytomo, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Surabaya menjelakan, pihaknya menunda tahap dua karena Henry tidak mungkin bisa menjalani pemeriksaan. “Seperti yang kita ketahui bersama, tersangka Henry J Gunawan didatangkan kesini (Kejari) untuk tahap dua menggunakan ambulance karena sakit,” terangnya kepada wartawan.

Ia menambahkan, untuk memastikan kesehatan Henry, pihaknya juga telah mendatangkan dokter dari RS Bhayangkara Polda Jatim. Menurut analisa dokter diketahui bahwa kondisi Henry sedang labil. “Saya kurang paham bahasa kedokteran. Namun dari pemeriksaan tadi diketahui bahwa kondisinya kurang bagus,” tambah Didik.

Saat ditanya apakah Henry memiliki rekam medis, Didik tak membantahnya. Dari rekam medis diketahui bahwa Henry merupakan pasien di International Hospital Surabaya sejak Minggu (8/7/2018) lalu. “Memang rencananya hari ini akan dilakukan tindakan, kalau tidak salah pemasangan ring jantung,” beber Didik.

Atas rekomendasi dokter Internasional Hospital Surabaya dan dokter RS Bhayangkara Polda Jatim itulah, Didik akhirnya memutuskan untuk menunda proses tahap dua. “Hari ini kami menunda tahap dua karena tersangka sakit seperti rekomendasi dokter. Saat ini masih menjadi kewenangan penyidik kepolisian,” pungkasnya. (fan)

967 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan