KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Puluhan Paket Perjalanan East Java Hot Deal, Siap Ditawarkan ke Pasar Dunia

Sabtu, 7/Juli/2018 11:57:04

SURABAYA (SurabayaPost.id)-Berbagai kejadian bencana di tanah air beberapa minggu ini tidak menurunkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia atau wisatawan nusantara (Winus) di Tanah Air. Bahkan kejadian tersebut menjadi kekuatan pariwisata tersendiri bagi Indonesia.

Deputi dan Komunikasi Pemasaran, Deputi Bidang Pemasaran II, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) menggelar Forum Group Discussion (FDG) yang bertajuk Java Hot Deal strategi dalam upaya untuk mempercepat pertumbuhan Pariwisata Indonesia, khususnya Jawa Timur, sebagai strategi mengatasi situasi low season dan low occupancy perhotelan pada week day, berlangsung di Hotel Santika jalan Jemursari Surabaya, Jumat (6/7/ 2018).

Acara tersebut dihadiri jajaran dan staf Asisten Deputi Kemenpar RI, Kadisbudpar Jawa Timur, Dr. H. Jariyanto, Msi, Ketua PHRI Jawa Timur, Herry Siswanto, SH, MH, Ketua ASITA Jawa Timur Ariefudinsyah, Ketua IHGMA Joko Widiyanto, serta perwakilan Disbudpar Jember, Situbondo, Probolinggo, Malang, Banyuwangi, Pasuruan serta perwakilan asosiasi
di bawah forum Visit Wonderful Indonesia yaitu Organda, Apserapi, APPBI, Putri dan HIPPINDO. Peserta lain juga antusias menghadiri FGD ini, seperti JatimPark, Taman Safari Prigen, Gland di Banyuwangi. Tidak ketinggalan juga ada dari airlines Garuda Indonesia,
Malaysia Airlines dan Singapore Airlines grup. Acara FGD ini memancing minat yang
sanagat positif dari para pelaku industri pariwisata di Jawa Timur.

Dr. Anang Sutono, CHE, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kemenpar RI, mengatakan, gelaran acara tersebut, karena Hot Deal adalah bagian dari program Kemenpar RI merupakan bundling dari 3 A antara lain Attractiveness (menarik), Amenities(fasilitas), Accessibility pertumbuhan pariwisata Indonesia, Jawa Timur.

“Yang luar biasa paket Hot Deal ini, adalah gagasan bersama Kemenpar RI bersama Forum Visit Wonderful Indonesia, sebuah konsorsium 18 asosiasi pelaku industri pariwisata nasional beliau. Forum ini digagas Hariyadi Sukamdani (PHRI), Asnawi Bahar (ASITA) yang berkolaborasi mengajaka asosiasi lain untuk bergabung demi memajukan pariwisata nasional,” ujar Anang.

Hot deal pada prinsipnya, imbuh Anang menerapkan konsep sharing economy yaitu menjual barang atau jasa yang tidak terjual atau excess capacity. “Misalnya dengan diskon besar atau dengan menawarkan paket-paket wisata khusus sehingga mampu menarik calon wisman pada masa low season atau week day,” imbuhnya.

Ditegaskan Anang, saat ini pemerintah melakukan pergerakan wisnus di tanah air sebanyak 270 juta dan kedatangan wisman sebanyak 17 juta, dengan rencana dioperasikannya beberapa bandara baru termasuk Bandara Internasional Kertajati, dan menyusul di beberapa lokasi nusantara, Kemudian Pelabuhan Laut di Sumenep dan Probolinggo, dan, diharapkan bisa menyasar pangsa pasar wisman, tentunya dengan penyusunan paket-paket pariwisata yang menarik yang menjual keunikan Kota Malang, Surabaya, Banyuwangi dan lainnya di Jawa Timur. Saya optimis program Hot Deal merupakan solusi Jitu meningkatkan akupansi hunian kamar hotel dan transportasi udara￾darat-laut,terlebih apabila ditunjang dengan hadirnya inovasi idea-idea kreatif dan menarik kamar hotel yang tersedia di Surabaya sekitar 20.000, namun akupansinya baru
mencapai angka 55 persen, sehingga masih ada 45 persen belum dioptimalkan. Nah, jika agen travel yang tergabung dalam ASITA Jawa Timur bisa menjual paket-paket wisata yang lebih menarik, dipastikan akupansi kamar hotel di waktu low season/week day (hari biasa)

Ia meyakini bahwa keindahan panorama Jawa Timur Madura Banyuwangi Bromo Tengger serta pantai selatan nya, serta bentuk budaya egaliter dan religi dari masyarakatnya, hal ini akan kondusif menciptakan paket-paket di Hot Deals.

“Hal itu dikarenakan melihat potensi Kota Surbaya, Malang, dan wilayah sekitarnya yang selalu inovatif. Seperti potensi seni budaya, alam dan kreativitasnya yang mengakar,” tegasnya.

Menaggapi hal ini, Kadisbudpar Jawa Timur, Dr. Jariyanto, menyambut sangat positif dan antusias, bahkan mengingatkan bahwa panorama dan wisata di Gili Iyang Sumenep, jangan
pernah dilupakan. Dia juga mengingatkan, bahwa kekuatan religi spiritual Jawa Timur yang melahirkan tokoh-tokoh besar adalah sebuah fakta sejarah yang tak terabaikan. “Selama hampir lebih 10 tahun beliau berperan memajukan pariwisata Jawa Timur, berbagai lokasi pernah di lakukan studi dan upaya untuk mengangkat ke pentas dunia,” katanya.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa wisatawan Cina, Eropa, Midle East atau Timur Tengah juga akan tertarik dengan paket- Jawa Timur itu sebuah peluangdengan keramahan warga Jawa Timur. Sehingga bisa menghasilkan devisa. Apalagi Ketua ASITA Jatim, Ariefudinsyah, dalam acara tersebut meng-analogi kan bahwa peran ASITA adalah layaknya seorang penjahit kreatif yang mengemas berbagai aset dan
keunikan destinasi Jawa Timur untuk menjadi paket-paket unik, kreatif, fancy dan vintage sebagai pilihan para wisman. Program ini mendapat komitmen dukungan dari ASITA Jawa Timur. Dalam acara hari ini, para travel agent yang hadir, telah merancang sedikitnya 66 paket yang akan dikemas menjadi paket Hot Deal Jawa Timur.

Apabila mendapat pengembangan dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan industri pariwisata di
Jawa Timur, pastilah akan lebih dari 100 paket hot deal Jatim dapat di buat.
ng agar akupansi hunian kamar hotel pada low season/week day menawarkan paket-paket wisata yang lebih menarik dengan harga lebih terjangkau.

“Karena week end hari libur kamar hotel di Surabaya mengalami tingkat hunia (okupansi) yang kurang dari 60%. Berarti ada sedikitnya 40% kamar-kamar hotelier Jatim yang perlu mendapat perhatian masuk dalam paket Hot Deal pada waktu tertentu saja,” tandasnya.

Setelah event ini, Ketua ASITA dan PHRI Jatim sangat optimis program ini dapat membantu meningkatkan okupansi hotel di Jatim menjadi lebih pantas dan elegan.

(uki)

2,137 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan