KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Tak Diberi Bagian, Menantu Perjuangkan Hak Waris Mertua

Senin, 9/Juli/2018 13:32:20
Hermono (kanan) dan Heri anak kandung almarhum Supinah (ahli waris) sebelah kiri.

MALANG (SurabayaPost) – Sudah menjadi kewajiban anak memperjuangkan hak-hak orang tua. Itulah yang dilakukan Heri dan Hermono (58), warga Jalan Tlogo Indah IV Malang.

Heri sebagai anak kandung dan Hermono selaku menantu Supinah (77) menggugat anak dan Cucu Ramsi. Pasalnya, Supinah sebagai adik kandung Ramsi merasa tak diberi bagian dari dua objek tanah warisannya.

Makanya, keluarga Supinah menggugat anak dan cucu dari Ramsi atas dua objek tanah itu. Kedua objek tanah itu menurut Hermono berada di Jalan Tlogo Suryo V Malang seluas 2.350 m2 dan di kawasan Ponpes Bahrul Maghfiroh, seluas 4.530 m2.

Menurut Hermono, sebagai perwakilan keluarga Supiah, mertuanya tidak mendapat hak dari dua objek itu. “Padahal sesuai keterangan persil 129 dan persil 131 dari keterangan buku desa Kelurahan Tlogomas Malang, pada buku Letter C no 68, dua objek tanah itu masih milik orang tua mertua saya, yakni pak Roemini alias Saripin,” ungkapnya, Senin (9/7/2018).

Dijelaskan dia, persil 131 masih berbentuk tanah kosong namun dikuasai keponakan dan cucu-cucu Ramsi. “Kami sebenarnya hanya meminta hak mertua diberikan. Tidak semua kami minta,” ucap dia.

Menurut warga Jalan Tlogomas Malang ini, tanah seluas 4.530 m2 itu sudah dijual Rp 1,28 miliar ke KH Lukman Al Karim semasa hidup. “Uangnya dibagi-bagi oleh mereka untuk membangun rumah di objek satunya, yang berukuran 2.350 M2,” ungkapnya.

Sekarang, kata dia, gugatan hak waris itu masih disidangkan di PA Malang. “Mudah-mudahan keputusan hakim adil dan mengabulkan hak yang kami minta,” harap Hermono.

Yang lucu, kata dia, Lurah Tlogomas, Aryadi Wardoyo menerbitkan surat keterangan bahwa tanah itu adalah bekas milik adat. “Makanya saya heran,” terang dia.

Sementara itu, juru bicara Ponpes Bahrul Maghfiroh, Ahmad Muzammil menegaskan bila Gus Lukman membeli tanah itu sesuai aturan. “Sebelum Gus Lukman wafat, ahli waris dan pengacaranya sudah sering kami temui. Beberapa kali mereka ke pondok menanyakan objek itu,” ujarnya.

Ia menegaskan, Gus Lukman tidak membeli tanah seluas 4.530 M2 yang dimasalahkan. Menurut dia, Gus lukman membeli dua objek tanah berukuran 2 ribuan meter persegi. “Yang satu, seluas 2.222 dibeli dari keluarga Chasanah. Nilainya Rp 1,28 miliar,” akunya.

Sedangkan jauh sebelumnya, juga membeli tanah seluas 2 ribuan meter persegi. “Itu dibeli dari pak Rawi, senilai Rp 700 jutaan,” urai dia.

Jadi, lanjut dia, bukan seluas 4.530 m2. “Ya, sepertinya sudah dipecah dua. Tapi yang pasti, yang kami beli dari pak Rawi sudah dilengkapi dengan akta jual beli,” paparnya sembari menambahkan bila sepengetahuannya, Rawi sudah membeli tanah itu dari Roemini alias Saripin.

Sementara Lurah Tlogomas, Aryadi Wardoyo saat dikonfirmasi mengatakan jika permasalahan sengketa hak waris ini sudah masuk ke lembaga hukum. “Karena itu harus menghormati dan tunduk pada putusan pengadilan nanti,” tegasnya singkat.

(lil/ah)

45 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan