KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Takmir Masjid Gelapkan Dana Infaq Untuk Hidupi Keluarganya

Rabu, 11/Juli/2018 21:48:40

SURABAYA (SurabayaPost.id) – Ketua majelis hakim Unggul Warso Mukti langsung geram usai mendengar pengakuan Subiyanto pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (11/7/2018). Pasalnya sebagai terdakwa, Subiyanto mengaku bahwa dana infaq masjid yang digelapkannya justru digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Subiyanto mengakui menggelapkan dana infaq Masjid Al-Ghuroba Pakuwon Mall Surabaya itu saat dirinya diperiksa sebagai terdakwa. “Saya gunakan untuk keperluan pribadi dan biaya sekolah anak saya,” ungkap Subiyanto kepada hakim Unggul.

Mendengar pengakuan Subiyanto, hakim Unggul langsung geram. “Saya ini juga pengurus masjid di tempat tinggal saya, lha itu uang infaq kok digunakan keperluan sehari-hari, gak benar kamu ini,” tegasnya kepada Subiyanto.

Subiyanto pun hanya terdunduk sembari mengangguk saat mendengar ucapan hakim Unggul. Subiyanto juga membeberkan modus yang digunakannya saat menggarong dana infaq masjid tersebut. Dirinya mengambil sedikit dari total uang infaq yang terkumpul yakni antara Rp 1 juta hingga Rp 15 juta.

Sementara itu, Jaksa penuntut umum (JPU) Siksa Christina mengatakan, perbuatan itu dilakukan Subiyanto secara berturut-turut sejak 2014 silam. Subiyanto yang dipercaya menjadi takmir masjid selama lima tahun sejak 2014 sampai 2017 awalnya diserahi uang Rp 91,4 juta dari takmir lama dan kartu ATM bank. Uang itu semestinya digunakan untuk membayar listrik, air, dan kegiatan kajian rutin masjid.

Takmir masjid lain mulai curiga saat akan membeli karpet dan sound system dengan harga Rp 50 juta. Saat itu Subiyanto yang memegang uang kas masjid, selalu menghindar dan mengulur waktu saat diminta untuk melakukan pembayaran.

Setelah dicek, pihak takmir baru mengetahui kalau ada pengeluaran uang infaq sebesar Rp 266,4 juta yang tidak jelas. Uang itu keluar hampir setiap bulan mulai Maret 2014 sampai Maret 2017.

Jumlah pengeluarannya berbeda, mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 17 juta setiap bulannya. Ternyata setelah ditelusuri, uang itu selama ini ditarik oleh Subiyanto melalui ATM. “Terdakwa mengambil uang infaq tersebut melalui kartu ATM sejak Maret 2014 sampai Maret 2017 untuk keperluan sehari-hari,” ujar JPU Sisca.

Atas perbuatannya tersebut, Masjid Al-Ghuroba Pakuwon Mall Surabaya mengalami kerugian ratusan juta rupiah. JPU Sisca akhirnya menjerat Subiyanto dengan Pasal 374 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP tentang Penggelapan. (fan)

2,333 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan