KONTRAKTOR KUBAH MASJID

KUBAH MASJID ENAMEL

Usai Dilimpahkan, Tersangka Pungli di Pemkot Batu Ditahan

Selasa, 10/Juli/2018 20:53:05

SURABAYA (SurabayaPost.id) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menerima pelimpahan tahap dua kasus pungli dengan tersangka Nugroho Widyanto alias Yeyen. Usai menjalani pelimpahan, Yeyen yang merupakan PNS di Pemkot Batu ini langsung ditahan.

“Pelimpahan tahap dua dengan tersangka dan barang bukti sudah dilakukan pada Senin (9/7/2018) kemarin. Kami juga melakukan penahanan terhadap tersangka di Rutan Kejati Jatim,” ujar Didik Farkhan Alisyahdi, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim saat dikonfirmasi, Selasa (10/7/2018).

Sementara itu, Arif Fathony, kuasa hukum korban pungli yang dilakukan Yeyen mengatakan, pihaknya menghormati proses hukum saat ini. Namun pihaknya berharap Yeyen bisa mengungkap kemana saja aliran dana hasil pungli tersebut dan siapa yang memerintahkan dirinya. “Mudah-mudahan pengadilan nanti bisa mengembangkan perkara ini sedetail-detailnya,” ujarnya.

Advokat muda yang biasa disapa Tony ini menduga, ada pihak lain yang turut menikmati uang hasil pungli tersebut. Pihaknya berharap pihak lain tersebut bisa diungkap oleh para penegak hukum.

Perlu diketahui, Yeyen ditetapkan sebagai tersangka dalam pungli sebesar Rp 25 juta terhadap PT Gunadharma Anugerahjaya, salah satu rekanan penyedia jasa.

Yeyen yang menjabat sebagai Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Batu ini merupakan Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek pembangunan GOR Gajah Mada sebesar Rp 28,76 miliar. Posisi yang sama juga di jabatnya dalam pembangunan Guest House Mahasiswa Batu di Kota Malang sebesar Rp 3,19 miliar pada 2016.

Yeyen kemudian terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli Kemenkopolhukan pada 24 Agustus 2017. Yeyen diamankan bersama barang bukti berupa uang tunai Rp 25 juta, mobil Grand Livina, tiga unit handphone, print out bukti transfer uang, dan print out percakapan Whatsapp.

Atas perbuatannya, Yeyen ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 11 jo pasal 13 huruf e UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor. (fan)

2,184 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan