10 September 2020 - 18:30 WIB
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu

MALANG (SurabayaPost.id) – Polisi Kota Malang masih menunggu hasil Laboratorium Forensik (Latfor) dalam penyelidikan jatuhnya lift rakitan di RSI Unisma Malang. Selain itu, kawat seling yang putus dan menewaskan 4 orang juga dibawa Tim Latfor untuk diselidiki.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu ditemui media di Mapolresta Malang Kota, Kamis (10/09/2020).

“Ya, masih menunggu hasil dari latfor. Untuk kawat seling yang putus sudah dibawa ke Polda. Sementara lifnya masih dalam pengukuran berat benbannya,” terangnya.

Ia melanjutkan, hingga saat ini belum ada tambahan saksi yang dipanggil. Dalam dalam waktu dekat, pihak yayasan, kontraktor serta beberapa yang diduga terlibat, akan segera dipanggil.

“Beberapa yang diduga terlibat, akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Termasuk juga, pihak yayasan. Di lift itu sendiri, sebenarnya diperuntukan barang material. Kapasitasnya, 50 zak semen. Bukan untuk orang, namun saat itu dinaiki 11 orang,” lanjutnya.

Sebelumnya, empat orang pekerja bangunan di RSI Unisma, di Jl MT. Haryono, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, tewas (08/09). Para korban tewas setelah jatuh dari lift rakitan dengan ketinggian sekitar 20 meter.

Para korban tewas, Lukman asal Jabung, Subekti asal Begawan Jabung, Kasianto warga Cokro, Pakis, dan Agus Prataman asal Ngantang. Selain itu, 6 orang lainya mengalami luka luka. Para korban meninggal dan luka luka, dibawa ke Rumah Sakit. Dugaan awal adalah kelalaian kerja karena, kawat slingnya putus. (lil)