Didakwa Cabuli Anak, Sopir Taxi Online Tak Membantah

21 January 2019 - 17:27 WIB
Hendrik Sugiyanto (kiri) saat menjalani sidang di PN Surabaya.

SURABAYA (surabayapost.id) – Hendrik Sugiyanto, terdakwa kasus pencabulan anak di bawah umur menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (21/1/2019). Meski didakwa melakukan pencabulan, pria yang sehari-sehari bekerja sebagai sopir taxi online ini tak membantah.

Dalam surat dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisan mengungkapkan, perbuatan bejat tersebut bermula saat korban menjadi langganan taxi online Hendrik.”Setiap hari ANC (korban) memesan layanan taxi online milik Hendrik. Dari situlah korban dan Hendrik saling kenal,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, korban dan Hendrik akhirnya saling tukar nomor handphone. “Hendrik juga memberikan tawaran untuk berlangganan taxi online murah ke korban. Korban pun akhirnya setuju,” tandasnya.

Setelah beberapa kali diantar jemput, hubungan keduanya semakin erat. Bahkan akhirnya Hendrik dan korban sepakat menjalin hubungan cinta alias berpacaran. “Saat itulah Hendrik dengan bujuk rayunya meminta korban untuk berhubungan badan dengannya,” ungkap JPU Deddy.

Namun perbuatan bejat Hendrik akhirnya terbongkar. Korban yang sering kali telat masuk sekolah akhirnya dipanggil oleh guru sekolahnya. “Kepada gurunya korban akhirnya mengaku sering telat sekolah karena melayani nafsu Hendrik lebih dulu,” katanya.

Mendengar hal itu, orang tua korban pun tak terima anak kesayangannya jadi budak nafsu Hendrik. Orang tua korban akhirnya melaporkan Hendrik ke polisi. “Perbuatan terdakwa Hendrik sebagaimana dalam pasal 81 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” pungkas JPU Deddy.

Usai surat dakwaan dibacakan, terdakwa mengaku tidak akan mengajukan eksepsi (bantahan). Sidang akhirnya ditutup dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. (fan)