Diduga Aniaya Kekasih, Oknum Anggota TNI Diadili

15 January 2019 - 20:16 WIB
Sidang kasus dugaan penganiayaan di Pengadilan Militer III Surabaya.

SURABAYA (surabayapost.id) – Achmad Saiful, oknum anggota TNI menjalani sidang perdana sebagai terdakwa dengan agenda pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Militer III Surabaya, Senin (14/1/2019). Pria berpangkat kapten ini didakwa telah melakukan penganiayaan terhadap kekasihnya.

Oleh Oditur Mayor Chk Agung Catur Utomo saat membacakan dakwaan menjelaskan, Achmad Saiful telah melakukan penganiaayaan terhadap kekasihnya yaitu Lailia Fatmawati (saksi korban) pada 18 Agustus 2018 lalu. Perbuatan tersebut dilakukan setelah Lailia meminta kembali mobil miliknya yang digunakan Achmad Saiful.

“Saat saksi datang mengambil mobil, bertemu terdakwa di Jalan Senggol Gresik, saat itu terdakwa melakukan pemukulan terhadap saksi yang di bagian rahang, kepala, dan mulut. Sehingga saksi mengalami luka,” kata Oditur Mayor Chk Agung Catur Utomo.

Usai mendengar pembacaan surat dakwaan, Achmad Saiful memutuskan untuk tidak mengajukan eksepsi atau bantahan. “Siap sudah dimengerti (tidak membantah dakwaan),” kata Achmad Saiful kepada ketua majelis hakim Kolonel Laut Asep Ridwan Hisyam.

Sidang dilanjutkan langsung dengan agenda memeriksa Lailia selaku saksi korban. Lailia mengaku mengenal Achmad Saiful melalui media sosial Facebook pada Mei 2014. Setelah Achmad Saiful memberikan nomor telepon miliknya, kemudian pertemuan dilanjutkan di rumah makan foodcurt di Tunjungan Plaza, Surabaya. “Saya dikasih nomor ponselnya dan kemudian bertemua di foodcurt TP, Setelah itu kami berteman lebih dekat,” ungkap Lailia.

Lailia mengaku baru mengetahui bahwa Achmad Saiful merupakan anggota TNI setelah bertemu dan menjalin hubungan asmara. “Januari 2017, kami kost di daerah Simo selama lima bulan, dan pindah ke Perum Gading Indah Benowo,” bebernya sembari mengaku hidup bersama tanpa ikatan pernikahan.

Saat ditanya soal penganiayaan, Lailia menyatakan dirinya dianiaya saat meminta mobil yang digunakan Achmad Saiful. “Saat saya hubungi tidak dijawab dan saya berniat mau mengambil mobil. Tapi disuruh pulang dan akan diantarkan,” ujar Lailia.

Namun ternyata Achmad Saiful menghubungi Lailia dan menyatakan tidak bisa mengantarkan mobilnya. “Saya datangi lagi ke sana, tapi dia mengaku malu dan langsung memukul sebanyak tiga kali,” beber Lailia yang tidak kuasa menahan tangis. Atas penganiayaan tersebut, Lailia akhirnya melaporankan Achmad Saiful ke Pomdam V Brawijaya.

Lailia juga membeberkan, selama tinggal bersama, dirinya tidak pernah diberikan nafkah oleh Achmad Saiful. Bahkan Achmad Saiful juga meminta uang Rp 100 juta untuk bisnis jual beli mobil. “Tapi sampai saat ini belum dikembalikan,” katanya.

Atas keterangan Lailia, Achmad Saiful melakukan penyangkalan dan menolak saat dirinya disebut telah melalukan penganiayaan. Ia juga membantah dirinya telah berhutang sebesar Rp 100 juta. “Bukan Rp 100 juta, yang ditransfer Rp 25 juta dan tunai Rp 40 juta dan soal pemukulan itu tidak benar,” sangkalnya. (fan)