Dua Admin Medsos Kosmetik Ilegal Diperiksa Sebagai Saksi

26 June 2019 - 18:20 WIB
Terdakwa Karina Indah Lestari (paling kiri) saat mendengarkan keterangan dua saksi di persidangan.

SURABAYA (surabayapost.id) – Sidang lanjutan kasus kosmetik ilegal dengan terdakwa Karina Indah Lestari kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (26/6/2019). Pada sidang kali ini, dua saksi dimintai keterangannya sebagai saksi.

Dua saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko yaitu Jihan dan Eko Ananda Budiarto. Jihan dan Eko merupakan admin media sosial (medsos) milik terdakwa yang digunakan untuk memasarkan kosmetik ilegal.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Hasbullah, saksi Eko mengaku tidak mengetahui bahan apa saja yang digunakan oleh untuk mengoplos produk kosmetik milik terdakwa. “Tidak tau, (saya) cuma admin,” ujar Eko.

Sedangkan, saksi Jihan menerangkan, kosmetik oplosan itu sempat didaftarkan untuk mendapat hak paten. Namun ternyata ditolak karena kosmetik tersebut bukan produk asli buatan terdakwa. “Sudah didaftarkan, tapi tidak dapat dipatenkan,” kata Jihan.

Jihan juga mengaku, terdakwa memiliki beberapa produk yang sudah memiliki hak paten bernama salah satunya merek ‘Orkeys Skin’. Namun yang dipasarkan oleh terdakwa adalah kosmetik yang tidak memiliki izin edar.

Perlu diketahui, kasus ini berawal saat terdakwa memasarkan produk kosmetik opolsan dengan menggunakan jasa endorse para artis dangdut seperti Nella Kharisma dan Via Vallen. Setelah diselidiki, polisi kemudian membongkar usaha ilegal milik terdakwa di Kediri, Jatim.

Usaha produk kecantikan yang ia geluti tersebut tidak memiliki izin edar dari BPOM. Selain produk kecantikan seperti krim, cairan pembersih wajah, bedak, serum dan masker, pelaku juga memproduksi obat-obatan untuk kecantikan. (aha/fan)