Dua Satpam jadi Saksi Kasus Penganiayaan Ketua RT Perum WBM

4 July 2019 - 23:49 WIB
Christian Novianto (paling kiri) saat menjalani persidangan.

SURABAYA (surabayapost.id) – Dua anggota satpam di Perumahan Wisata Bukit Mas (WBM) dihadirkan pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (4/7/2019). Keduanya diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh terdakwa Christian Novianto, Kepala Satpam Perumahan WBM terhadap korban Oscarius Yudhi Ari Wijaya.

Dua saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan yaitu Imam Buchori dan Soni Wibisono. Selain sebagai anggota satpam, keduanya juga merupakan teman kerja terdakwa di Perumahan WBM.

Dalam kesaksiannya di hadapan majelis hakim yang diketuai Maxi Sigarlaki, kedua saksi mengaku mengetahui adanya keributan antara terdakwa dengan Oscarius Yudhi Ari Wijaya sebagai Ketua RT Perumahan WBM. “Ribut-ributnya saya lihat sekitar jam empat sore hari sabtu. Tapi masalah penendangan saya tidak mengetahui,” kata kedua saksi.

Tim kuasa hukum terdakwa kemudian menunjukan hasil rekaman video saat terjadinya keributan antara terdakwa dengan korban. Namun dalam video tersebut tidak menampilkan saat terdakwa mendendang korban. “Kalau lihat vidio seperti itu kenapa harus menjadi perkara?” tahya hakim Maxi.

Namun menurut JPU Suparlan, dari pembuktian adanya peristiwa penganiayaan itu dapat dilihat dari hasil pemeriksaan Rumah Sakit Bhayangkara. Hakim Maxi kemudian memutuskan agar JPU Suparlan menghadirkan dokter RS Bhayangkara untuk dimintai keterangannya. “Silahkan dokternya dipanggil disini,” kata hakim Maxi kepada JPU Suparlan.

Sementara itu, dalam dakwaan dijelaskan bahwa terdakwa Christian Novianto dianggap melakukan perbuatan penganiayaan sesuai pasal 351 ayat 1 KUHP. Merujuk pasal tersebut, terdakwa terancam hukuman penjara maksimal 2 tahun penjara. (aha/fan)