Guru Cabul Divonis 7 Tahun Penjara

3 December 2018 - 16:58 WIB
Ulla Abdul Muiz, terdakwa kasus pencabulan anak (rompi hijau) saat menjalani sidang.

SURABAYA (surabayapost.id) – Ulla Abdul Muiz, guru lembaga bimbingan belajar divonis 7 tahun penjara pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (3/12/2018). Vonis tersebut dijatuhkan setelah Abdul Muiz dinyatakan terbukti mencabuli dua muridnya.

Dalam amar putusannya, ketua majelis hakim Anton Widyopriyono menyatakan, Abdul Muiz terbukti secara sah bersalah sesuai pasal 76 huruf e jo pasal 82 UU Perlindungan Anak. “Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama tujuh tahun kepada terdakwa,” ujarnya saat membacakan amar putusannya.

Selain hukuman badan, Abdul Muiz juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 100 juta, subsider 4 bulan kurungan. “Jika tidak bisa membayar denda, maka terdakwa wajib menjalani hukuman pengganti selama 4 bulan kurungan,” tegas hakim Anton.

Atas vonis tersebut, Abdul Muiz dan kuasa hukumnya yaitu Ennyk Widjadja langsung menyatakan menerima. Hal senada juga diutarakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Duta Melia. “Kami juga menerima,” kata JPU Duta Melia menjawab pertanyaan hakim Anton.

Perlu diketahui, Abdul Muiz didakwa melakukan aksi pencabulan terhadap muridnya dengan modus mistis. Abdul Muiz menganggap kedua siswanya ini dirasuki makhluk halus.

Untuk menghilangkan makhluk halus itu, dua muridnya harus menjalankan ritual telanjang. Namun saat dituruti, Abdul Muiz justru mencabuli kedua muridnya tersebut. (fan)