Hak Sebagai Pjs Rektor Unikama Terbatasi, Koento Lapor ke LLDIKTI

6 December 2018 - 19:53 WIB
Koento Adji Kurniawan, Pjs Rektor Unikama saat ditemui di kantor LLDIKTI Wilayah VII Jatim, Kamis (6/12/2018).

SURABAYA (surabayapost.id) – Koento Adji Kurniawan, Pjs Rektor Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) mendatangai kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jatim di Jalan Soekarno, Surabaya, Kamis (6/12/2018). Kedatangan Koento untuk melapor dan mempertanyakan hak-haknya sebagai Pjs Rektor Unikama yang masih terbatasi.

Bersama sekitar 30 staf Unikama, Koento tiba di kantor LLDIKTI sekitar pukul 12.00 WIB. Koento dkk langsung menuju ke ruangan dan ditemui oleh Budi Hasan, Kepala Bagian Kelembagaan dan Sistem Informasi LLDIKTI Wilayah VII. Sekitar dua jam melakukan rapat bersama, Koento dkk keluar ruangan sekitar pukul 02.WIB.

Rombongan Pjs Rektor Unikama saat bertemu dengan pihak LLDIKTI

Kepada wartawan, Koento menjelaskan bahwa kedatangannya ke kantor LLDIKTI untuk mempertanyakan haknya sebagai Pjs Rektor Unikama. “Kedatangan kami merupakan proses konfirmasi usai saya diangkat sebagai Pjs Rektor Unikama. Karena berkaitan dengan hak-hak kami sebagai pjs rektor yang sah dan diakui ternyata belum diberikan sepenuhnya,” ujarnya.

Meski dirinya telah diangkat sebagai pjs rektor, ternyata menurut Koento masih ada beberapa hal yang terbatasi dan tak bisa diaksesnya. “Yang diberikan kepada kami dari Kemenristekdikti hanya akses ke pangkalan data perguruan tinggi (PDPT). Sementara untuk akses yang lainnya sampai saat ini belum bisa dibuka aksesnya. Lha ini yang hari ini kami konfirmasikan ke LLDIKTI,” ungkapnya.

Setelah keluhan tersebut disampaikan, lanjut Koento, LLDIKTI berjanji akan melakukan tindak lanjut secepatnya agar dirinya bisa segera menjalankan tugasnya sebagai pjs rektor Unikama. “Kalau ini dibiarkan saja dan tidak ada penyelesaian, maka akan menimbulkan masalah pada pelayanan akademik untuk mahasiswa,” tegas Koento.

Selain itu dalam pertemuan dengan LLDIKTI ini, Koento juga menyampaikan bahwa ternyata sampai saat ini Pieter Sahertian, mantan Rektor Unikama masih bisa mengakses data-data Unikama. “Padahal sebenarnya beliau (Pieter Sahertian) tidak lagi memiliki kapasitas sebagai rektor karena sudah diberhentikan sejak 4 September lalu,” terangnya.

Menurutnya, hal-hal seperti inilah yang akhirnya membuat masyarakat beranggapan bahwa di Unikama masih terjadi dualisme. Padahal sebenarnya dari Kemenristekdikti sudah memberikan keputusan final dengan memberikan hak pengelolaan Unikama ke Koento dkk.

Agar masalah ini cepat selesai, Koento berencana akan langsung ke Jakarta untuk mendatangi Kemenristekdikti. “Saya pikir harus secepatnya diselesaikan. Selain menunggu dari LLDIKTI, mungkin minggu depan kami pergi ke Jakarta untuk menanyakan langsung. Kalau tidak seperti itu, tidak akan selesai-selesai,” pungkas Koento. (fan)