Jaringan Narkoba Lapas Kirim Narkoba Gunakan Jasa JNE

23 January 2019 - 18:08 WIB
Asmadi Safar dan Irawati (rompi merah) saat menjalani sidang.

SURABAYA (surabayapost.id) – Untuk mengelabui petugas, Asmadi Safar (42) dan Irawati (44) menggunakan jasa pengiriman paket JNE untuk mengirimkan paket narkoba. Untungnya polisi berhasil mengendus modus jahat Asmadi dan Irawati.

Modus pengiriman narkoba dengan menggunakan jasa paket JNE terungkap pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (23/1/2019). Pada sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan itu, Asmadi dan Irawati duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakosa menjelaskan, kedua terdakwa didakwa telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Awalnya polisi mendapat laporan dari petugas JNE Expres yang mencurigai adanya paketan berisi sabu.

Atas laporan tersebut, polisi langsung bergerak cepat memeriksa paketan tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan, polisi mendapati benar bahwa paketan tersebut berisi sabu. “Paketan berisi sabu yang dikirim oleh seseorang bernama Hendra (DPO) dari Medan dan ditujukan kepada seseorang bernama Andi di Banyuwangi,” ujar JPU Ali.

Selanjutnya, polisi terus melakukan penyelidikan untuk menemukan pemesan barang haram tersebut. “Polisi terus mengikuti proses pengiriman barang paketan tersebut sampai hingga diambil oleh pemesan,” terangnya.

Saat paket tersebut tiba di kantor JNE Expres di Jalan Tegalsari, Banyuwangi, Asmadi muncul untuk mengambil sabu tersebut. “Petugas langsung melakukan penangkapan terhadap Asmadi Safar,” beber JPU Ali.

Kepada petugas, Asmadi mengaku bahwa paketan sabu yang dikirim melalui JNE itu merupakan milik seseorang bernama Bayu, narapidana Lapas Klas II B Lamongan. Sedangkan Irawati juga turut ditangkap polisi lantaran telah merekrut Asmadi untuk dijadikan kurir yang mengambil paketan sabu tersebut. “Perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas JPU Ali. (fan)