Korban Penganiayaan di Marlion School Tolak Maafkan Terdakwa

20 June 2019 - 14:38 WIB
Lauw Vina (paling kanan) dan ketiga saksi lainnya saat memberikan keterangannya di persidangan.

SURABAYA (surabayapost.id) – Lauw Vina alias Vivi, korban kasus dugaan penganiayaan dengan terdakwa Imelda Budianto memberikan keterangannya sebagai saksi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (18/6/2019) kemarin. Pada sidang ini, Lauw Vina menolak memberikan maaf kepada Imelda.

Selain korban Lauw Vina, ada tiga saksi lain yang diperiksa diantaranya, Dayu Kakartoli Njoto (suami Lauw Vina), Joko Suhartono (Kepala security Marlion Internasional School), dan Agus Suprianto (security Marlion Internasional School). Lauw Vina dan ketiga saksi lainnya diperiksa bersama.

Dalam keterangannya, Lauw Vina mengungkapkan, peristiwa ini terjadi saat dirinya hendak menjemput anaknya sekolah di Marlion Internasional School pada 25 Januari 2019 sekitar pukul 10.00 WIB. Karena parkiran penuh, Lauw Vina memarkirkan mobilnya secara pararel dan selanjutnya langsung masuk ke gedung sekolah.

Saat menuju ke mobil, Lauw Vina kaget karena tiba-tiba dicaci maki oleh Imelda. Pasalnya, Imelda merasa mobil miliknya terhalang mobil Lauw Vina sehingga tidak bisa keluar. “Kemudian saya bilang ke dia (Imelda) kamu sekolah nggak, ngomong biasa saja nggak usah ngomong kasar seperti itu,” ujar Lauw Vina di hadapan majelis hakim yang diketuai Yulisar.

Tak berhenti di situ, Imelda kemudian membunyikan klakson mobil secara terus menerus. Selain itu, Imelda juga menyerempetkan mobil yang dikendarainya ke tubuh Lauw Vina. “Dalam posisi terduduk saya bingung apa yang harus saya lakukan, saya sampai tidak sadar kalau barusan saya tertabrak,” kata Lauw Vina sembari menangis.

Pada sidang kali ini, hakim Yulisar sempat menawarkan ke Imelda dan Lauw Vina untuk berdamai dan saling memaafkan. Namun tawaran itu ditolak Lauw Vina karena menganggap sudah tidak ada itikad baik lagi dari Imelda.

Sementara itu, Andry Ermawan, kuasa hukum Lauw Vina mengatakan, dirinya memaklumi perasaan kliennya yang menolak tawaran berdamai dari hakim. “Karena sejak awal memang tidak ada itikad baik dalam diri terdakwa,” katanya usai sidang.

Perlu diketahui dalam kasus ini, Imelda didakwa melakukan perbuatan sesuai pasal 351 ayat 1 dan pasal 360 KUHP. Merujuk pada pasal tersebut, Imelda terancam hukuman 5 tahun penjara. (aha/fan)