Makelar PSK Dolly Dituntut 10 Bulan Penjara

7 February 2019 - 16:16 WIB
Imanuel Dakap (rompi merah) saat menjalani sidang di PN Surabaya.

SURABAYA (surabayapost.id) – Imanuel Dakap (45), makelar Pekerja Seks Komersial (PSK) di kawasan Dolly dituntut hukuman penjara selama 10 bulan. Warga Jalan Kupang Gunung Timur ini dinyatakan sengaja manjadi makelar PSK sebagai pekerjaan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rasyid menjelaskan, perbuatan Imanuel mencarikan wanita untuk pria hidung belang dianggap sesuai dengan pasal 296 KUHP KUHP. “Menuntut terdakwa dengan hukuman 10 bulan penjara,” ujarnya pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (7/2/2019).

Atas tuntutan tersebut, Dakap tak tinggal diam. Kepada majelis hakim yang diketuai Slamet Riadi, Imanuel secara lisan masih berharap agar dirinya diberi keringanan hukuman lagi. “Saya minta keringanan hukuman lagi,” kata Imanuel.

Atas permintaan itu, hakim Slamet Riadi memutuskan untuk menunda persidangan hingga pekan depan. “Kami akan pertimbangankang dulu sebelum menjatuhkan putusan (vonis). Sidang kali ini ditutup dan dilanjutkan pada sidang pekan depan,” kata hakim Slamet Riadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini terungkap saat anggota polisi Polsek Sawahan mendapatkan informasi adanya transaksi PSK terselubung di kawasan Dolly. Atas info itu, polisi lantas menggerebek salah satu kamar di rumah di Jalan Jarak, Surabaya.

Tak berhenti di situ, polisi juga melakukan pengembangan dan akhirnya berhasil menangkap Imanuel. Dalam kasus ini, Imanuel bertugas mencari pria hidung belang yang hendak mencari PSK di Dolly. Setelah deal dengan harganya, Imanuel kemudian menelepon sang PSK untuk melayani pria hidung belang. (fan).