Ngaku Anggota TNI-AD, Kuras Harta Kekasih

21 May 2019 - 16:37 WIB
Malik Nur Kolis (paling kanan) saat mendengarkan keterangan saksi Irmawati pada sidang yang digelar di PN Surabaya, Selasa (21/5/2019).

SURABAYA (surabayapost.id) – Bermodal tubuh tinggi dan tegap, Malik Nur Kolis nekat mengaku sebagai anggota TNI-AD. Parahnya lagi, pengakuan Malik sebagai anggota TNI-AD justru digunakannya hanya untuk menguras harta kekasihnya.

“Uang Rp 6 juta, handphone Vivo, kalung emas sekitar 6 gram. Dipinjam terdakwa dan tidak dikembalikan,” ujar Irmawati saat memberikan keterangan sebagai saksi korban di sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (21/5/2019).

Irmawati menceritakan, saat dirinya hendak berangkat ke Solo, Malik meminjam handphone miliknya. “Saat di terminal, Malik meminjam handphone saya. Namun kemudian tidak dikembalikan sampai sekarang,” bebernya.

Saat ketua majelis hakim Sifa’urosidin mendesak Irmawati dengan pertanyaan apakah dirinya memiliki hubungan asmara dengan Malik, Irmawati membenarkannya. “Iya, saat itu dia pacar saya,” kata Irmawati.

Hakim yang akrab disapa Sifa ini lantas menasehati Irmawati. “Makanya jangan tergiur dengan pria berbadan tegap dan ngaku anggota TNI. Lain kali kamu harus hati-hati. Jangan mudah tergiur dengan omongan pria seperti itu,” kata hakim Sifa kepada Irmawati.

Usai Irmawati diperiksa sebagai saksi, sidang kemudian langsung dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Kepada majelis hakim, Malik mengaku bahwa dirinya mengaku sebagai anggota TNI-AD. “Iya benar (ngaku sebagai anggota TNI-AD,” kata Malik.

Tak hanya itu, Malik juga membenarkan perbuatannya yang telah menguras harta benda milik Irmawati. “Benar ya kamu pinjam dan tidak kembalikan handphone milik Irmawati?” tanya hakim Sifa dan lantas dibenarkan Malik.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pompy Polansky dijelskan, kasus ini berawal saat Malik mengaku sebagai anggota TNI-AD kepada Irmawati. Dari situlah, kemudian Irmawati tertarik dengan Malik dan sepakat menjalin kasih.

Singkat cerita, Malik lantas meminjam handphone milik Irmawati. Nahasnya, kepercayaan Irmawati justru dimanfaatkan oleh Malik. Malik menjual handphone tersebut dan uangnya dihabiskan hanya untuk bersenang-senang. Tak terima, Irmawati akhirnya melaporkan Malik ke polisi. (aha/fan)