Otak Pesta Seks Swinger Dijerat Pasal ITE

22 January 2019 - 18:26 WIB

SURABAYA (surabayapost.id) – Eko Hardianto, otak tukar pasangan suami istri (swinger) menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (22/1/2019). Pada sidang yang digelar tertutup ini, Eko dijerat dengan pasal UU Informasi dan Transaksi Elekronik (ITE).

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nining Dwi Aryani menjelaskan, modus yang digunakan Eko dalam mengumpulkan, memfasilitasi, dan melakukan tukar pasangan itu dengan membuat akun twitter bernama @ekodok87 dan @pasutri94. “Akun digunakan terdakwa sejak tahun 2015. Terdakwa menggunakannnya untuk mencari pasangan suami istri yang mau diajak untuk bertukar pasangan dalam berhubungan seks,” ujarnya.

Pada akun twitter itu, Eko memposting pengumuman bertuliskan ‘Pasutri muda wf 22 thn hubby 29 thn swinger, soft party & 3some yg bersih, wangi, dan no smoking area Surabaya// add pin bb 5BADD8EC atau DM,” ungkap JPU Nining.

Saat menawarkan, Eko mengajak pasangan lain, selalu melalui wall twitter pribadinya. “Ketika ada yang berminat, terdakwa mengatakan para pasangan yang diajaknya dapat langsung melakukan Direct Message (DM) kepadanya,” katanya.

Lalu untuk berkenalan, Eko menganjurkan customernya via DM untuk memenuhi kriteria yang telah ditentukan Eko. “Sebagai pasangan swing, terdakwa meminta pasangan lain menunjukkan foto hot atau telanjang berdua dengan pasangannya. Apabila cocok atau memenuhi syarat kemudian dilanjutkan bertukar nomor telepon dan dilanjut melalui WhatsApp,” tandasnya.

Eko menggelar aksinya swinger untuk yang ketiga kalinya pada 7 Oktober 2018. Saat itu, Eko mengajak pasangan Ary Rachamad Prianto dan Ahmad Sofian (berkas terpisah). Sebelum aksi swinger dimulai, keduanya disuruh mentransfer uang sebesar Rp 750 ribu dan disuruh membooking kamar hotel. Apesnya saat mereka sedang asyik melakukan fantasi seks, pedta seks tersebut digerebek petugas Polda Jatim.

Atas perbuatannya, JPU Nining menjerat Eko dengan pasal pasal 45 ayat 1 jo pasal 27 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Atas dakwaan tersebut, Eko mengaku tidak akan mengajukan eksepsi (bantahan). (fan)