Sebanyak 250 AJB Diduga Palsu Dilaporkan ke Polisi

10 September 2019 - 11:44 WIB
Ilustrasi

SURABAYA (surabayapost.id) – Dwi Wahyu Pindarto (52) mengaku telah menjadi korban penipuan dengan modus jual beli tanah kavling. Warga Manukan, Surabaya tersebut mengaku telah melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya.

Dwi mengatakan, sebagai terlapor dalam kasus ini berinisial KP (35), warga Rungkut, Surabaya. “Sudah kami laporkan pasa 29 Juli lalu di Polrestabes. Kasus ini sudah sampai pada tahap penyidikan,” ujar Dwi saat dikonfirmasi, Senin (9/9/2019).

Dwi menjelaskan, kasus ini berawal saat dirinya ditawari oleh terlapor atas obyek tanah kavling di Desa Orombulu, Kecamatan Rembang, Pasuruan pada 2018. Saat menawarkan, terlapor menunjukkan tumpukan Akte Jual Beli (AJB). “Ada sekitar 250 AJB waktu itu ditunjukkan ke saya,” imbuhnya.

Pada AJB tersebut termuat transaksi jual beli antara pembeli pertama dan pembeli kedua. Dwi pun akhirnya membeli dua obyek tanah kavling. “Pertengahan April 2018 saya bayar lunas dua kavling tanah tersebut,” paparnya

Setelah membayar lunas, Dwi lantas meminta terlapor untuk menunjukkan obyek tanah yang dimaksud. Akan tetapi terlapor selalu berkelit dan menghindar. Dwi kemudian berinisiatif untuk melakukan pengecekan langsung atas obyek tanah kavling itu melalui Kepala Desa Orombulu. Ternyata, tanah kavling yang dibelinya tidak pernah tercatat di buku tanah desa. “Ternyata bukan hanya saya saja. Menurut kepala desa setempat, sudah banyak orang yang datang. Hampir tiap minggu kepala desa didatangi oleh orang yang menanyakan hal yang sama seperti saya,” kata Dwi.

Dalam kasus ini, Dwi mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 21,6 juta. Dirinya berharap agar pihak kepolisian serius mengusut tuntas laporannya. “Kami berharap pihak kepolisian bisa mengembangkan laporan ini, karena kemungkinan korban sudah mencapai puluhan atau ratusan,” pungkas Dwi. (aha/fan)